Tak Perlu Menunggu Purwarupa, ViRPE Mampu Mengevaluasi Aspek Fisik dan Emosional Produk Sejak Dini

Metode ViRPE dirancang melalui kegiatan riset PPMI KKMDPI FSRD ITB tahun 2021. ViRPE menjadi metode yang mengisi kesenjangan proses perancangan produk dalam lingkup akademik maupun profesional. Hal itu agar produk yang sedang dirancang pada tahap dini dapat dilakukan evaluasi dan asesmen melalui medium virtual reality guna menekan risiko kesalahan pada proses pembuatan purwarupa di tahap selanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya riset berkelanjutan, pada 2022 kegiatan penelitian difokuskan untuk melakukan kegiatan uji coba metode ViRPE terhadap dua jenis kegiatan perancangan produk dalam lingkup profesional maupun akademik. Kegitan dilakukan dengan pendekatan FGD (focus group discussion) dan eksperimen untuk mengeksplorasi prosedur dan urutan penggunaan metode ViRPE ini secara lebih mendalam.

Penelitian ini juga dilakukan sebagai wujud dari arah peta jalan KKMDPI Kompetensi No. 4 yaitu System Performance dengan capaian target 2021 adalah product evaluation dan pada 2022 adalah design simulation yang berbasis virtual reality. “Melalui riset ini diharapkan peneliti dapat memiliki pengetahuan dan landasan bagi perbaikan ataupun penyesuaian metode ViRPE berdasarkan uji coba pada kegiatan perancangan yang aktual. Selain itu, pengembangan model dan uji metode ViRPE yang dapat diimplementasikan oleh desainer produk dalam lingkup akademik maupun profesional. Selain target capaian tersebut, riset ini diupayakan dengan meningkatkan keterlibatan mahasiswa di Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri serta keterlibatan desainer dari industri,” kata Ketua Tim Riset, Slamet Riyadi, Ph.D.

Metode uji coba dilakukan melalui FGD dengan narasumber dari industri (PT Sentra Surya Ekajaya/ SSE Defence) dan mahasiswa, menyusun materi evaluasi dari hasil FGD, menyiapkan model 3D hasil rancangan dari masing-masing industri dan beberapa mahasiswa dengan software Autodesk VRED dengan lisensi education. Selain itu, melakukan evaluasi desain, refleksi dan diskusi hasil evaluasi desain dan iterasi pada evaluasi selanjutnya, dan menyusun model evaluasi berdasarkan hasil uji coba sebelumnya.

Dalam pengujian awal model ViRPE ada beberapa aspek yang diuji, yaitu aspek fisik dan aspek emosional. Aspek fisik meliputi dimensi, bentuk, warna, dan konfigurasi. Sementara, aspek emosional meliputi persepsi dan suasana/ambiance. Uji coba model awal ViRPE menghasilkan naracoba mampu mengidentifikasi aspek-aspek dalam produk yang dianggap belum sesuai dengan design requirements dan baru dapat diketahui saat menggunakan metode ViRPE seperti dimensi, aspek ergonomi tertentu, konfigurasi, usability dan akses pada bagian tertentu dari produk.

Naracoba mendapatkan informasi dan insights lebih banyak dari desain yang dievaluasi. Naracoba mampu merasakan suasana seperti lighting dan ruang/spasial ketika mengevaluasi produk yang berukuran masif. Audiens yang melihat proses evaluasi produk dengan ViRPE ikut serta berpartisipasi terutama pada bagian mengukur atau mengatur konfigurasi komponen/produk yang diuji; dan naracoba mendapatkan ide dan keputusan baru seperti warna, konfigurasi dan pencahayaan yang belum direncanakan sebelumnya saat perancangan.

“Hasil pengujian tahap awal menunjukkan bahwa metode ViRPE membantu mengidentifikasi dan mempermudah proses evaluasi desain pada aspek fisik (bentuk, warna, dimensi dan konfigurasi) maupun emosional (persepsi/kesan dan suasana) dari produk virtual yang diuji coba. Diperlukan uji coba lanjutan dengan model uji yang sudah disempurnakan dan dilakukan implementasi pada kegiatan akademik maupun profesional,” kata Slamet, Ph.D.

PENULIS ARTIKEL
Slamet Riyadi, Ph.D. • KK Manusia & Desain Produk Industri, FSRD ITB

Tergabung dalam Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Setelah mendapatkan gelar sarjana dan masternya di ITB, ia menyelesaikan S-3 di Chiba University, Jepang.

114

views

04 May 2023