Meredam Ancaman Merkuri pada Tambang Emas Rakyat

Kegiatan tambang rakyat dan tambang skala kecil menjadi isu yang kompleks dan terjadi di berbagai negara dan komunitas. Kegiatan ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan sering kali berdampak pada kesehatan pelaku tambang itu sendiri, selain juga dampak pada masyarakat, terutama karena penggunaan merkuri dan sianida dalam proses pengolahan emas.

Merkuri dan sianida banyak digunakan dalam proses pengolahan emas pada tambang rakyat dan tambang skala kecil. Penerapan proses amalgamasi berbasis merkuri dan sianida yang efektif, sederhana, serta murah pada deposit emas primer mendorong masyarakat untuk menjadikan kegiatan tambang rakyat dan tambang skala kecil ini sebagai mata pencaharian alternatif.

“Kurangnya teknologi alternatif dalam mengekstrak emas disertai tuntutan untuk menghasilkan uang dalam waktu yang singkat mengakibatkan tidak terkontrolnya penggunaan dan pembuangan merkuri dan sianida langsung ke lingkungan pada kegiatan tambang rakyat dan skala kecil,” kata Dr. Ir. R. Budi Sulistijo, M.App.Sc., dari Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB yang memimpin tim pengabdian kepada masyarakat ITB.

Penggunaan metode obor las (blow torch) pada amalgam dan karbon aktif dalam bejana terbuka juga menyebabkan polusi karena pelepasan merkuri ke udara. “Merkuri dan sianida pada proses amalgamasi sianida seharusnya digunakan dengan hati-hati oleh pekerja tambang rakyat dan tambang skala kecil,” lanjut lulusan program master dan doktor dari University of New Wales, Australia ini.

Dr. Budi kemudian memimpin tim pengabdian kepada masyarakat LPPM ITB untuk meningkatkan kesadaran pengurangan pemakaian merkuri di pertambangan emas rakyat (artisanal mine) di daerah Cirotan, Provinsi Banten. Tantangan melaksanakan pengabdian pada tambang emas rakyat memang tidak mudah. “Sangat sulit dapat menembus komunitas penambang skala kecil jika tidak melalui informal leader atau penambang yang sudah dikenal oleh mereka. Kegiatan pengabdian pun sebaiknya dilakukan pada musim kemarau karena sulitnya medan pertambangan emas skala kecil,” lanjutnya.

Tujuan utama tim adalah pengenalan penggunaan teknologi mencari emas yang murah, tetapi dapat meningkatkan recovery atau perolehan emas, sehingga mampu menaikkan standar kehidupan para penambang. Dari program ini, tim juga melakukan kerja sama untuk menerbitkan buku pegangan penambangan emas skala kecil.

Harus diakui, merkuri dan sianida merupakan bahan yang belum tergantikan dengan bahan lain yang lebih murah dalam industri pengolahan emas. “Selain itu, tim juga menjalankan program peningkatan kesadaran dan memberikan pengetahuan kepada komunitas pelaku tambang dalam menggunakan merkuri secara aman untuk tambang rakyat dan tambang skala kecil, sekaligus pula pada masyarakat sekitar pertambangan".

Contact: budis@mining.itb.ac.id

PENULIS ARTIKEL
Dr. Ir. R. Budi Sulistijo, M.App.Sc. • Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi, FTTM ITB

Tergabung dalam Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di ITB, ia mendapatkan gelar master dan doktornya di The University of New South Wales, New South Wales, Australia.

389

views

18 October 2022