Menyadap Energi Matahari di Lautan

Sebagai negara tropis dengan sinar matahari melimpah, Indonesia sejatinya diberkahi potensi energi surya yang jika dihitung bisa mencapai 207,9 MW, hampir separuh dari seluruh potensi energi yang ada. Sementara ini, baru 10,5 MW saja yang sudah termanfaatkan.

Jika permukaan tanah terbatas, permukaan laut begitu luas dengan mengisi 71% dari total luas Bumi dan bisa menjadi memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah dari. Apalagi permukaan laut Indonesia memiliki keunggulan kondisi yang relatif tenang dan sekaligus bisa sebagai pendingin. Teknologi struktur terapung juga dapat menjadi solusi untuk permasalahan di bidang energi. Struktur terapung dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan.

Ilmuwan ITB dari Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai dan Pusat Penelitian Energi Baru Terbarukan, Farid Putra Bakti, S.T., M.Sc., Ph.D., bersama tim melakukan penelitian mengenai kelayakan struktur panel surya di pesisir dan lepas pantai di Indonesia. Tim peneliti beranggotakan Dr. Eng. Ir. Yuli Setyo Indartono dan Ahmad Mukhlis Firdaus, D.Phil.

Tim ITB melakukan riset untuk mengembangkan struktur terapung untuk pembangkit listrik tenaga surya yang dibuat terapung dan didirikan di laut. “Struktur terapung dapat berperan besar dan juga efektif untuk pembangunan pembangkit listrik di laut karena dapat menopang berbagai properti seperti panel surya, transformer, hingga inverter secara terapung dan tidak memerlukan fondasi yang harus mencapai dasar laut. Struktur ini juga dijaga oleh jangkar dan mooring pada suatu lokasi,” papar Farid Putra Bakti, Ph.D.

Tujuan riset ini adalah identifikasi potensi lokasi berdasarkan analisis multivariabel, bukti konsep penerapan panel surya di pesisir dan contoh prosedur desain penerapan panel surya di pesisir dan lepas pantai di Indonesia. “Selain efektif secara pembangunan, pembangkit listrik tenaga surya dengan struktur terapung ini juga memiliki berbagai keunggulan lain. Mulai dari pemindahan lokasi yang mudah dengan towing, penggunaan lahan yang efisien dan hemat karena tak perlu bersaing dengan lahan hunian yang mahal di darat, tidak rentan terhadap bencana alam, dan temperatur yang ada di perairan lautan membuat kinerja panel surya lebih baik,” papar lulusan S-2 dan S-3 Teknik Kelautan Texas A&M University, AS ini.

PENULIS ARTIKEL
Farid Putra Bakti, S.T., M.Sc., Ph.D. • Kelompok Keahlian Teknik Lepas Pantai, FTSL ITB

.

230

views

02 December 2022