Memutar Ekonomi Masyarakat dengan Sampah

Beragam inisiatif dan kegiatan telah dilakukan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan sampah sejak dini, mulai dari rumah tangga dan komunitas. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam periode ke depan diperlukan pengembangan strategi untuk mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan program tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengembangkan suatu model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan pendekatan ekonomi sirkular di kawasan setempat.

Ekonomi sirkular adalah sistem ekonomi yang menargetkan nol limbah dan polusi di seluruh siklus hidup material. Ekonomi sirkular bertujuan untuk meminimalkan kerusakan dan dampak lingkungan, social, dan ekonomi dari limbah padat serta meminimalkan limbah itu sendiri.

Tujuan dari program ini adalah membangun model pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kawasan RW 6 Cikutra, Kota Bandung, serta membuat rekomendasi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk diterapkan di Kota Bandung.

Pada tahapan awal dilakukan pemetaan sistem pengelolaan sampah dan permasalahan di kawasan serta identifikasi potensi lahan untuk sarana pengolahannya. Pengurus kawasan (RT, RW, KSM) dan aparat desa turut berkontribusi melakukan pemetaan permasalahan persampahan di kawasan. Setelah dianalisis, dilakukan pemetaan solusi alternatif dan integrasi pihak terlibat.

Untuk menyepakati sistem persampahan antara KSM (skala RW) dengan pengelola sampah, pembuatan aturan pengolahan sampah, dan penetapan komitmen jadwal serta mekanisme pengangkutan sampah dilakukan dengan cara FGD. Lalu dilakukan pembangunan jaringan ke berbagai pihak untuk sponsorship dan pengadaan sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan.

KSM menjalankan perannya sekaligus pengawas peran masyarakat, lalu dilakukan uji coba sistem dalam skala kecil. Saat implementasi dipastikan sistem berjalan sesuai dengan kesepakatan. Lalu tahap monitoring dan evaluasi melibatkan RT atau RW sebagai pengawas KSM, diikuti penegakan aturan dan evaluasi mekanisme sistem. Pengembangan kinerja dilakukan hingga menjadi rekomendasi peraturan desa mengenai pengelolaan sampah.

“Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya model pengelolaan sampah yang berkelanjutan, rekomendasi pengolahan sampah berkelanjutan di RW 6 Cikutra, Kota Bandung. Peserta kegiatan ini dapat melakukan pemisahan dan pengolahan sampah domestik masyarakat dengan metode pengomposan, ekoenzim dan MOL; pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk urban farming; serta penataan dan penghiasan lingkungan RW 06 Cikutra dengan cara mural dan urban farming,” tutur V. Sri Harjati Suhardi, Ph.D. yang tergabung dalam Kelompok Keahlian Bioteknologi Mikroba selaku ketua tim pengabdian.

PENULIS ARTIKEL
V. Sri Harjati Suhardi, Ph.D. • KK Bioteknologi Mikroba, SITH ITB

Tergabung dalam Kelompok Keahlian Bioteknologi Mikroba Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. Ia menyelesaikan studi sarjana di ITB, lalu melanjutkan studi S-3 di University of Kent, Canterbury, Inggris.

67

views

31 August 2023