Jurus Organik Petani Sipirok

Kecamatan Sipirok memiliki ketinggian berkisar dari 300-1.845 mdpl dengan luas wilayah 40.936,52 ha. Potensi bidang pertanian untuk komoditas pangan utama yaitu padi dengan luas panen 5.503,60 ha, jagung 115 ha, dan ubi kayu 10 ha. Komoditas sayuran dominan yaitu cabai besar dengan luas panen 82 ha, cabai rawit dan bawang merah masing-masing 15 ha. Komoditas perkebunan yang dominan yaitu kopi arabika dengan luas panen 1.405,50 ha.

Kendala utama dalam kegiatan pengembangan pertanian di Sipirok yaitu masih diperlukan peningkatan produktivitas dan kualitas dari komoditas pertanian, pengembangan desa organik di Sipirok membutuhkan peningkatan ketersediaan pupuk organik yang berkualitas, serta peningkatan keterampilan petani untuk pembuatan pupuk organik

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan penerapan teknologi pembuatan pupuk organik berbasis sumber daya lokal, penyediaan ketersediaan pupuk organik untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman kopi dan sayuran, serta peningkatan keterampilan petani atau keluarga petani dalam budi daya tanaman kopi dan sayuran secara organik.

Lokasi kegiatan ini adalah Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Mitra pada kegiatan yaitu Kelompok Tani Mekarsari Perkebunan (26 orang) dan Kelompok Tani Mekarsari Sayuran (24 Orang) serta Forum Petani Sipirok. Mitra swasta adalah YPMHB dan mitra pemerintah lokal dari Kecamatan Sipirok sehingga kegiatan terintegrasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pendekatan yang dilakukan adalah diskusi dan pelatihan peningkatan produktivitas tanaman kopi dan sayuran berbasis sumber daya lokal, pendampingan oleh 1 orang mahasiswa KKN dari Program Studi Rekayasa Pertanian serta perwakilan YPMHB, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dan demplot untuk tanaman sayuran dan kopi," tutur Dr. Ir. Aos, M.P. sebagai ketua tim pengabdian.

Kegiatan yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi kegiatan budi daya tanaman sayuran dan kopi organik, pelatihan pembuatan pupuk organik menggunakan bahan baku lokal yang melimpah di sekitar area pertanian untuk kelompok tani Mekarsari sayuran dan kelompok tani Mekarsari perkebunan.

"Demplot budi daya sayuran dan kopi menggunakan pupuk organik yang dibuat oleh kelompok tani, duplikasi teknologi pembuatan pupuk organik oleh kelompok tani Mekarsari sayuran dan kelompok Mekarsari perkebunan, dan skill up produksi pupuk organik dengan volume pupuk organik yang dibuat 1 ton pada kelompok tani mekarsari sayuran," kata Dr. Aos.

PENULIS ARTIKEL
Dr. Ir. Aos, M.P. • Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk Sekolah Ilmu Teknologi Hayati (SITH) ITB

Tergabung dalam Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk Sekolah Ilmu Teknologi Hayati (SITH) ITB. Ia menyelesaikan studi sarjana di STT, master di Unpad, dan doktornya di ITB.

105

views

22 November 2023