Bosan dengan Bata Merah? Bata Interlocking dari Sampah Plastik Jawabannya

Upaya masyarakat di Indonesia untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bangunan perlu didukung oleh lembaga perguruan tinggi melalui program riset. Produk bahan bangunan berbasis sampah plastik yang ada saat ini masih digunakan secara terbatas dan belum teruji.

“Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bata plastik sebagai bahan konstruksi dinding bangunan rumah tinggal sederhana. Tahapan penelitian meliputi pengujan sifat fisis dan mekanis bata plastik kemasan (multilayer package/MLP) dengan berbagai komposisi bahan campuran, identifikasi tingkat keterbangunan (constructabilty) dan biaya konstruksi dinding bata plastik, dan identifikasi fleksibilitas rancangan rumah tinggal dari bahan olahan sampah plastik,” kata Dr. Ir. Lily Tambunan, M.T. yang tergabung dalam Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.

Bahan utama bata plastik merupakan plastik jenis multilayer, yaitu plastik yang setiap lapisannya terdiri dari sealing layer, barrier layer, dan printing layer. Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk kemasan produk berbentuk sachet seperti bungkus kopi, minuman bubuk, sampo, deterjen, bungkus mi instan, dan kemasan sejenis lainnya. Kemasan ini biasa disebut dengan multilayer packaging atau MLP. Proses pembuatan bata plastic, yaitu pencacahan, pelelehan, dan pencetakan.

Hasil pengujan sifat fisis dan mekanis bata plastik multilayer yang melputi uji kuat tekan, daya serap air, dan uji ketahanan api menunjukkan bahwa bata plastik multilayer (100% MLP) memilki kuat tekan rata rata 27,80 kg/cm2 , paling rendah dibandingkan dengan bata plastik yang dicampur dengan serbuk gergaji (rata-rata kuat tekan 67,20 kg/cm2 ) dan yang dicampur dengan abu batu (rata-rata kuat tekan 78,52 kg/cm2 ). Meskipun demikian, rata-rata kuat tekan bata plastik 100% MLP melebihi kuat tekan standar batu bata yaitu 25 kg/cm2. Daya absorpsi bata plastik 100% MLP rata-rata 1,06%, sedangkan daya absorpsi bata plastik campur serbuk gergaji (rata-rata 11,35%) dan bata plastik campur abu batu (rata-rata 1,51%). Berdasarkan hasil uji kebakaran diketahui bahwa bata plastik 100% MLP akan terbakar dalam waktu 90 detik dan bata MLP bercampur serbuk gergaji menyala dalam waktu 6 menit. Bata MLP bercampur semen dan pasir serta bata MLP bercampur abu batu sama sekali tidak menyala setelah 10 menit terbakar.

Hal ini menunjukkan bahwa bata plastik 100% MLP sangat berbahaya apabila terbakar di samping karena menghasilkan nyala api dalam waktu singkat, adanya lelehan plastik panas juga dapat mengancam keselamatan jiwa penghuni. Biaya konstruksi dinding bata plastik adalah Rp100.000/m2. Biaya ini sedikit lebih rendah dari biaya konstruksi dinding bata merah (Rp120,000/m2) dan dinding bata ringan (Rp117.000/m2 ). Meskipun demikian, waktu yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata plastik lebih singkat dibandingkan dengan dinding bata ringan.

Waktu konstruksi yang lebih singkat ini disebabkan oleh sistem konstruksi dinding bata plastik yang menggunakan sistem interlocking yang tidak membutuhkan mortar sebagai penyambung antarbata. “Selain dari segi kekuatan dan biaya, keunggulan bata plastik multilayer sebagai bahan dinding bangunan rumah tinggal adalah fleksibilitas dalam bentuk bata dan variasi bahan campuran. Fleksibilitas bata plastik memberi peluang bagi arsitek untuk menghasilkan rancangan dinding rumah tinggal yang variatif dan dengan biaya terjangkau,” tutur Dr. Lily Tambunan.

PENULIS ARTIKEL
Dr. Ir. Lily Tambunan, M.T. • KK Bangunan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB

Tergabung dalam Kelompok Keahlian Bangunan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.

109

views

12 September 2023