Perancangan dan Pembuatan Pos Pengamatan untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Desa Matotonan
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Meifrinaldi



Ringkasan Kegiatan

"Desa Matotonan yang terletak di jantung Pulau Siberut menyimpan beragam keunikan. Mempelajari potensi tersembunyi yang ada di Desa Matotonan memiliki tantangan tersendiri, mengingat lokasi desa yang terpencil dan sarana serta prasarana terbatas. Infrastruktur pendukung menjadi salah satu kunci bagi para peneliti untuk menyingkap keindahan dan keunikan hayati yang ada di Desa ini. Kolaborasi antara ITB dan UNAND memunculkan gagasan berupa bangunan permanen sebagai pos pengamatan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Pembangunan ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi setempat seperti sosial, ekonomi dan sumber daya. Desain Pos pengamatan mengacu pada arsitektur lokal khas Mentawai, yakni berupa rumah panggung berbahan dasar utama dari kayu. Beberapa sentuhan pada desain arsitektur pos ini yang mencirikan rumah Mentawai antara lain bangku sandar di teras, pondasi tumpak, atap rumbia, dan palang penahan atas atap. Terdapat 1 ruang kamar, 1 ruang umum, 2 ruang kamar mandi, dan 1 lantai mezzanine yang serba guna. Material utama elemen struktur dan arsitektural dirancang menggunakan kayu. Atap seluruhnya dirancang menggunakan atap daun rumbia. Material beton digunakan pada pondasi tumpak dan lantai kamar mandi. Mentawai sebagai wilayah zona gempa aktif gempa menjadikan perancangan struktural cukup vital. Bangunan dirancang menggunakan sambungan paku pada pertemuan balok-kolom. Pondasi berjenis tumpak digunakan sebagai penyalur beban ke tanah dengan kedalaman 0,2 m. Pondasi dirancang sebagai perletakan roll yang mengizinkan gerak translasi pada bangunan sehingga risiko akibat gaya seismik berkurang Pembangunan dilakukan sejak 18 Juli 2022 dimulai dari pondasi tumpak. dilanjutkan dengan rangka bangunan, lantai, dinding, kusen, pintu, dan jendela, serta pemasangan atap. Pada bagian belakang pos, dibangun kamar mandi, instalasi air bersih, dan septic tank sebagai pembuangan air kotor. Seluruh rangkaian pembangunan efektif selesai pada 12 September 2022 dengan masa konstruksi 56 hari.Pos pengamatan akan dioperasionalkan sebagai basecamp dan tempat tinggal bagi seluruh peneliti yang akan melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Desa Matotonan. Saat ini, desa merencanakan pekarangan pos digunakan sebagai pusat aktivitas muda-mudi dan produk ekonomi kreatif untuk menunjang visi desa sebagai desa ekowisata di Kepualauan Mentawai."



Capaian



Testimoni Masyarakat