Pengembangan UMKM yang Berkelanjutan Melalui Manajemen Pemasaran dan Pembukuan Digital
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Kurnia Fajar Afgani



Ringkasan Kegiatan

"Kemampuan pelaku usaha mikro dalam melakukan efisiensi dalam rangkaian proses produksi, distribusi dan pemasaran membuat produk yang dihasilkan bisa bersaing. Bagi pelaku usaha kecil menjalankan efisien adalah budaya yang sudah menjadi kebiasaan dalam menjalankan usaha. Pelaku UMKM menyadari bahwa kapasitas dan kemampuan keuangan mereka terbatas dalam menjalankan usaha, sehingga semua proses yang bisa dijalankan oleh keluarga secara mandiri, mereka akan lakukan. Sedangkan industri besar dengan kapasitas produksi dan sumberdaya yang dimiliki perlu membangun efisiensi menjadi sebuah budaya perusahaan. Salah satu permasalahan UMKM adalah minimnya pengetahuan pengusaha UMKM tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UMKM hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, pengusaha UMKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan. Permasalahan selanjutnya yang dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah meningkatkan daya saing bisnisnya, seorang pengusaha UMKM juga sering mengalami kendala dalam melakukan inovasi produk. Saat ini jumlah produk UMKM yang mampu menembus pasar internasional masih sangat sedikit sekali. Salah satu penyebab sulitnya produk UMKM bersaing di pasar mancanegara adalah rendahnya daya saing produk. Apalagi, jika dihubungkan dengan harga yang ditawarkan, produk UMKM Indonesia masih jauh dari kualitas yang ditawarkan produk luar negeri. Salah satu permasalahan UMKM yang sering luput dari perhatian pengusaha UMKM adalah branding. Belum banyak pelaku UMKM yang sadar akan pentingnya branding bagi produk dan juga usahanya. Sehingga, kebanyakan pelaku UMKM hanya fokus menjual, menjual, dan menjual, tanpa memikirkan bagaimana kualitas merk dari produknya. Padahal, menjaga kualitas branding sangatlah penting dalam upaya membesarkan bisnis UMKM. Dengan kualitas branding yang baik, suatu produk akan lebih mudah diingat khalayak. Sehingga peluang terjadinya penjualan pun semakin besar. Lalu kesalahan yang banyak dilakukan oleh para pelaku UMKM adalah banyak yang tidak sadar jika pembukuan secara manual menjadi permasalahan UMKM yang cukup serius. Pembukuan secara manual ini rawan terjadinya kehilangan, kerusakan, dan bahkan kesalahan rekap. Sehingga, pengusaha tidak bisa menganalisa hasil penjualannya secara tepat. Misalnya: jika laporan penjualan pada hari tertentu tiba-tiba hilang, maka laporan penjualan keseluruhan pun akan amburadul. Padahal, pembukuan yang baik adalah kunci evaluasi bisnis yang memadai. Dengan pembukuan yang baik, para pelaku UMKM bisa menganalisa penjualan usaha secara lebih tepat sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya. Selain itu, pembukuan yang baik juga menjadi syarat wajib untuk semua pengusaha yang ingin meminjam modal usaha kepada bank."



Capaian



Testimoni Masyarakat