Analisis Lingkungan Tambang dan Potensi Bahaya dari Pemanfaatan Sosial Danau Wakadobol yang Berasal dari Bekas Galian dan Berlokasi di Dalam Lahan Tambang Batu Kuari, Kec. Batujajar, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat
Nama Peneliti (Ketua Tim)

Arie Naftali Hawu Hede



Ringkasan Kegiatan

Operasi tambang terbuka telah menjadi praktek yang umum dilakukan khususnya dalam hal ini adalah dalam upaya mendapatkan bahan galian yang relatif dekat dengan permukaan. Pada kegiatan pertambangan terbuka, keberadaan suatu lubang bukaan pada akhir tambang (void). Setelah operasi penambangan berhenti, kebanyakan permukaan topografi yang baru berada di bawah muka air tanah, kemudian lubang tambang yang ditinggalkan tadi terisi oleh tanah, air hujan dan aliran limpasan lainnya. Salah satu danau yang ada di Batujajar adalah danau Wakadobol, keindahan danau tadah hujan berwarna hijau ini menjadi tempat favorit sebagian orang khususnya di saat akhir minggu. Meski demikian dibalik keindahan dan ramainya kunjungan wisatawan ke danau Wakadobol, tersimpan bahaya yang ada. Keadaan air danau tidak pernah dilakukan studi sebelumnya meski terkadang orang memanfaatkan air danau untuk berenang dan memancing. Tujuan dari kegiatan yang diusulkan ini adalah mengevaluasi lingkungan dan potensi bahaya dari pemanfaatan social danau Wakadobol. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah laporan dan disosialikasikan kepada pengguna baik itu pihak perusahaan tambang, masyarakat sekitar dan masyarakat Bandung pada umumnya sebagai bahan pengambilan keputusan.



Capaian

Pelaksanaan Kegiatan Kepedulian Sosial berupa pendidikan/penyuluhan/pendampingan



Testimoni Masyarakat

Selama tahapan penelitian yang telah dilaksanakan mulai tahap survei, pemetaan, analisis, tim tidak menemukan masalah yang berarti. Namun pelaksanaan analisis laboratorium memang mendapat sedikit hambatan berupa diperlukan waktu yang cukup lama. Hambatan tersebut mengingat analisis laboratorium yang menggunakan jasa laboratorium service di luar ITB sehingga tidak dapat dikontrol oleh pelaksana kegiatan PM. Sehingga hal ini membawa dampak pada keterlambatan analisis lanjutan.