Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah di Desa Sayang, Jatinangor

Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerja sama dengan Crapco Indonesia, menginisiasi program pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sayang, Jatinangor, Sumedang. Program ini bertujuan mengatasi masalah sampah yang menumpuk di kawasan tersebut, terutama dengan meningkatnya jumlah hunian dan mahasiswa.

Inisiatif ini dimulai dengan edukasi dan pelatihan pemilahan sampah yang melibatkan 30 warga Desa Sayang. Dalam pelatihan tersebut, sampah dipisahkan menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Dr. Sri Hartati, Ketua Pengabdian Masyarakat dan Dosen SBM ITB, menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai agen perubahan di masyarakat, yang diberikan literasi dan praktik pemilahan sampah.

Lomba memilah sampah juga diselenggarakan untuk mendemonstrasikan konsep poin pemilahan sampah yang dapat ditukar dengan sembako melalui aplikasi Crapco. Muhammad Hafizh, Founder Crapco Indonesia, menjelaskan bahwa aplikasi ini memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat yang memilah sampahnya, dengan poin yang bisa ditukar dengan kebutuhan sehari-hari. Sampah organik dapat diolah menjadi pakan maggot, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk seperti kerajinan atau batu bata.

Selain edukasi, program ini mengoptimalkan fasilitas tempat sampah di Desa Sayang yang sebelumnya belum terkelola dengan baik. Dr. Sri berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan kecamatan untuk keberhasilan program ini. Camat Jatinangor, Kepala Desa Sayang, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang turut hadir dan mendukung inisiatif ini.

Selama Juni hingga Oktober 2024, tim dosen SBM ITB akan terus mendampingi dan mengevaluasi kader PKK dan Posyandu dalam mengelola sampah rumah tangga, dengan target membentuk komunitas yang mandiri dalam pengelolaan sampah. Keberlanjutan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di Desa Sayang.

Berita Terkait:

Fajar Nusantara: LPPM ITB Bantu Atasi Masalah Sampah di Jatinangor

sindonews.com: SBM ITB Gandeng Crapco Indonesia Beri Pelatihan Inovasi Pengolahan Sampah di Sumedang

mediaindonesia.com: Bentuk Komunitas Kelola Sampah Rumah Tangga secara Mandiri

70

views