Potensi Agrowisata Rumput Laut di Pantai Sayang Heulang, Garut Selatan

Potensi Agrowisata Rumput Laut di Pantai Sayang Heulang, Garut Selatan

Tags: ITB4People, Community Services, SDGs16

Pengembangan lokasi wisata di Jawa Barat menjadi salah satu fokus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa tahun terakhir, termasuk di dalamnya adalah pantai Sayang Heulang dan sekitarnya. Salah satu pengembangan yang terlihat jelas adalah kemudahan akses menuju lokasi serta jumlah penginapan berkualitas baik yang banyak. Adanya BeachWalk yang baru diresmikan pada akhir 2021 juga menjadi daya tarik tersendiri. BeachWalk akan menjadi favorit wisatawan untuk mendokumentasikan perjalanan ke pantai Sayang Heulang ataupun sekedar menikmati pemandangan dari sudut yang berbeda. Sebagian pantai Sayang Heulang terutama dibagian timur dilalui oleh BeachWalk ini.

Dibandingkan dengan kondisi saat penulis kesana dalam rentang tahun 2015-2018, hal ini merupakan lompatan yang luar biasa. Pada rentang tahun 2015-2018 perjalanan kesana akan menguji kualitas shockbreaker kendaraan sehingga banyak yang tidak ingin berkunjung ulang. Jumlah penginapan layak yang sangat rendah juga menghalangi untuk bepergian dalam rombongan besar. Bahkan pada masa tersebut, satu-satunya penginapan langganan yang dapat menampung rombongan penulis terus mengalami penurunan jumlah kamar yang dapat ditempati, sehingga tidak dapat menampung rombongan besar lagi. Akan tetapi pesona pantai Sayang Heulang tetap menggoda penulis untuk berkunjung kembali dan tentu saja dengan rombongan kecil.

Hal yang menarik dari pantai Sayang Heulang dan sekitarnya adalah adanya karang yang cukup jauh menjorok ke laut dan mengalami pasang surut. Berbagai biota laut seperti berbagai spesies bintang laut,  ikan hias, dan kumang dapat ditemukan dengan mudah terjebak di karang ketika surut. Salah satu biota laut yang menjadi favorit untuk beberapa orang ketika berkunjung kesana adalah daging bulu babi (urchin) segar langsung dari laut. Sayangnya, sekarang tidak banyak ditemukan karena berdasarkan informasi masyarakat setempat, telah dilakukan pembersihan bulu babi untuk mengurangi kemungkinan cedera bagi pengunjung pantai yang tidak awas ketika menelusuri pantai.

Selain bulu babi yang dapat dipanen langsung di pantai untuk dikonsumsi, terdapat juga menu yang selalu ditawarkan oleh masyarakat yaitu “mata lembu”. Menu ini merupakan penguji mental bagi sebagian besar wisatawan karena sebenarnya merupakan siput yang hidup menempel pada karang di sekitar pantai Sayang Heulang ataupun pantai selatan Jawa pada umumnya. Umumnya mata lembu dijual dalam keadaan telah dimasak dan siap untuk dikonsumsi. Bagi yang tidak mau repot dapat memesan ke pengurus penginapan untuk menjamin kesegaran dari mata lembu yang dikonsumsi.

Untuk penggemar permainan air, di pantai Santolo yang bersebelahan dengan pantai Sayang Heulang tersedia aneka permainan air seperti selancar ataupun banana boat. Jika beruntung, wisatawan dapat menyaksikan dan bahkan ikut serta dalam kegiatan nelayan memancing ke laut. Di pantai Santolo juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga yang ingin memasak hidangan laut segar sendiri dapat dibeli disini. Perjalanan menuju pantai Santolo dari pantai Sayang Heulang tidak terlalu jauh sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kedua pantai dipisahkan oleh muara sungai yang kurang lebih berjarak 25 meter, sehingga untuk diperlukan kegiatan menyeberangi sungai. Bagi yang malas untuk menyeberang sungai, bisa menggunakan jalur jalan raya untuk menuju pantai Santolo.

Rakit merupakan opsi favorit karena biaya yang murah. Opsi kedua adalah menggunakan jembatan yang sayangnya pada kunjungan terakhir penulis tidak dapat dilalui karena rusak Semoga saja pada kunjungan berikutnya jembatan ini telah diperbaiki oleh pihak terkait. Opsi berikutnya yang lebih menantang adalah menyeberangi muara sungai ketika air surut dan siap untuk berbasahan. Di pantai Santolo juga terdapat cagar alam yang dapat ditempuh menggunakan perahu ataupun berjalan kaki. Di cagar alam tersebut terdapat laguna yang dapat dimanfaatkan untuk meloncat ke air ataupun sekedar berenang.

Sejak kunjungan pertama ke pantai Sayang Heulang, penulis telah melihat berbagai jenis rumput laut yang tumbuh liar di sekitar pantai Sayang Heulang selain hewan lautnya. Rumput laut tersebut terutama jenis Sargassum sp dipanen secara mandiri untuk keperluan pakan ikan. Hal ini tentu saja sangat disayangkan karena pengolahan lebih lanjut akan menghasilkan produk dengan harga jual lebih baik misalkan bubuk alginat yang merupakan bahan baku Boba, cemilan yang sangat terkenal saat ini.

Kebetulan salah seorang mahasiswa bimbingan penulis berasal dari pantai Sayang Heulang, sehingga kami sepakat untuk menggali potensi rumput laut di pantai Sayang Heulang. Tim berkunjung untuk mengambil sampel rumput laut di sekitar pantai Sayang Heulang, dan tentu saja menikmati pantai Sayang Heulang dengan ikan segarnya. Pada kunjungan tersebut kami menemukan tiga jenis rumput laut utama yang tumbuh yaitu Sargassum sp, Gracilaria sp dan Ulva lactuca. Masing-masing rumput laut tumbuh di daerah yang berbeda secara berkelompok. Ketiga jenis rumput laut tersebut dapat dimakan setelah diolah dan dibersihkan.

Agrowisata merupakan model wisata yang banyak dipakai di seluruh dunia. Pada jenis wisata ini, pengunjung tidak hanya dapat menikmati alam yang indah tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang berbeda tentang pertanian. Agrowisata akan mampu membuat keterikatan penduduk sekitar dalam menjaga lingkungan daerah wisata agar tetap sealami mungkin. Keunggulan dari agrowisata adalah pendapatan yang ganda bagi masyarakat pengelolahnya. Selain pendapatan dari akomodasi dan konsumsi, masyarakat juga akan mendapatkan pendapatan atas penjualan produk pertaniannya.

Pantai Sayang Heulang telah memiliki sebagian modal untuk menjadi lokasi agrowisata. Penginapan layak yang merupakan kebutuhan utama dalam menerima wisatawan telah tersedia dengan jumlah yang cukup banyak di sepanjang pantai Sayang Heulang. Hal yang menarik berdasarkan informasi dari warga adalah penginapan pada kebanyakan dikelola warga secara mandiri dengan ijin dari pemerintah desa. Hal ini tentu sangat baik karena akan menghasilkan keteraturan pada pembangunannya. Penginapan-penginapan yang ada sekarang sepengamatan penulis memiliki keteraturan dan kondisi yang jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya.

Beberapa daerah di Indonesia telah dikembangkan sebagai daerah agrowisata rumput laut yaitu Nusa Lembongan di Bali dan Jurnia di Madura. Untuk Jawa Barat sendiri belum ada agrowisata yang fokus pada pengembangan rumput laut. Pantai Sayang Heulang memiliki keunggulan untuk dijadikan daerah budidaya rumput laut karena kontur pantai yang memiliki daerah karang pasang surut yang luas dan terkena matahari, ombak tidak terlalu besar dan relatif bersih. Beberapa aspek tentu saja perlu disesuaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti kontrol terhadap salinitas, pH, unsur hara, dan pergerakan air.

Pengetahuan tersebut dapat didapatkan dari membaca buku, penyuluhan dari dinas terkait ataupun kerja sama dengan universitas. Untuk Jawa Barat, kerja sama dengan universitas tentu menjadi hal mudah karena banyaknya universitas dengan jurusan yang dapat menunjang budidaya rumput laut. Jurusan seperti teknologi akuakultur, pertanian, biologi, dan mikrobiologi akan memiliki peran utama karena memiliki kesesuaikan keilmuan yang tinggi. Hal yang mungkin sering terlupakan adalah sumbangsih dari jurusan lain yang terkesan tidak berhubungan.

Jurusan manajemen dan akuntansi tentu akan dapat memberikan kontribusi kepada sistem budidaya, jurusan oseanografi dan meteorologi akan memberikan pengetahuan tentang pola pergerakan laut dan cuaca, jurusan kimia akan berkontribusi untuk analisa kandungan senyawa pendukung tumbuh ataupun kandungan rumput laut, jurusan hukum akan membantu kelegalan aktivitas masyarakat, dan berbagai hal lainnya.

Melalui kerja sama ini,  masyarakat akan mendapatkan manfaat transfer ilmu, sedangkan universitas mendapatkan manfaat untuk mengaplikasikan dan mengembangkan keilmuannya. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimiliki oleh beberapa kampus dapat menjadi sumber daya yang efektif untuk pengembangan agrowisata. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang sedang digalakan oleh Kemendikbud-DIKTI juga dapat memberikan sumbangsih mutualisme dalam skala yang lebih luas tidak hanya universitas di Jawa Barat tetapi se Indonesia.

Lokasi pantai Sayang Heulang sendiri mudah dicapai dan memiliki pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan. Hamparan kebun teh yang indah akan menemani perjalanan menuju pantai Sayang Heulang sehingga mabuk perjalanan akibat jalan yang penuh belokan dapat terlupakan. Setiap pantai di sekitar Jawa Barat memiliki daya tarik tersendiri seperti pantai Ujung Genteng dengan pembiakan penyu dan pantai Pangandaran dengan wisata belanja dan permainan 24 jamnya. Oleh karena itu, agrowisata rumput laut dapat menjadi ciri khas bagi pantai Sayang Heulang dalam menarik wisatawan untuk berkunjung.

Hal-hal yang dapat menjadi daya tarik wisatawan adalah kesempatan untuk melihat pembiakan rumput laut dan pengamatan siklus hidup rumput laut. Kesempatan untuk “panen” rumput laut juga dapat menjadi daya tarik tersendiri. Di jaman sosial media, pamer panen rumput laut tentu merupakan hal yang tidak biasa dan akan diburu oleh pengisi konten. Kegiatan ini secara tidak langsung dapat menjadi promosi untuk pantai Sayang Heulang. Hal ini dapat melengkapi pesona lanskap pantai Sayang Heulang yang luar biasa yaitu dari  pantai pasir halus hingga pantai karang yang menjorok jauh ke laut lengkap dengan biota lautnya.

Produk rumput laut yang dipanen juga dapat dijual (baik dalam keadaan kering ataupun diolah lebih lanjut) menjadi oleh-oleh khas pantai Sayang Heulang. Berbagai cemilan seperti es kelapa muda-rumput laut, permen rumput laut, salad rumput laut atau berbagai modifikasi lainnya dapat dikembangkan sesuai kreatifitas masyarakat. Cemilan rumput laut ini diketahui bergizi karena mengandung berbagai komponen yang dibutuhkan tubuh. Untuk skala industri menengah dan besar, beberapa pengolahan yang dapat dilakukan adalah isolasi alginat, isolasi agarosa, dan pembuatan nori lokal dapat menjadi pilihan.

Seperti yang diketahui, rumput laut memiliki kandungan air yang sangat tinggi bisa mencapai 90% dari keseluruhan rumput laut tergantung kepada jenisnya. Untuk itu, pada analisa yang dilakukan oleh tim dilakukan untuk sampel kering yang telah dibersihkan dari kandungan garam. Penelitian yang dilakukan di laboratorium Kimia Analitik ITB terhadap sampel kering secara mandiri menunjukkan bahwa abu (mineral), karbohidrat, protein, dan lemak berturut-turut adalah empat kandungan terbanyak di rumput laut selain air. Analisa ini penting dilakukan untuk pengembangan rumput laut yang lebih serius, dimana kualitas rumput laut menjadi tolak ukur utama.

Perlu diingat bahwa jenis karbohidrat di dalam rumput laut berbeda dengan karbohidrat yang umum dikonsumsi oleh kita. Jenis karbohidrat yang menjadi kandungan utama di dalam rumput laut bukanlah amilosa dan amilopektin yang menjadi sumber karbohidrat utama manusia, sehingga berbagai penelitian ilmiah menunjukkan rumput laut aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal lain yang perlu diketahui adalah lemak yang terkandung dalam rumput laut tidak hanya asam lemak yang umum dikonsumsi dalam minyak goreng, tetapi dapat juga berupa fospolipid, glikolipid, sterol, dan oksilipins. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa beberapa jenis rumput laut dapat membantu pengobatan pada penderita kolesterol.

Walaupun pengembangan agrowisata terlihat menjanjikan di pantai Sayang Heulang, tetapi dibutuhkan kerja sama dan diskusi yang cukup panjang dari berbagai pihak. Pemilihan daerah tanam, teknik penamaman, dan jenis rumput laut utama yang akan dikembangbiakan memerlukan masukan dari peneliti ataupun pihak yang berpengalaman. Hal ini sangat tergantung kepada kontur dan kualitas perairan di pantai Sayang Heulang. Setelah hal tersebut diselesaikan, terdapat tugas berikutnya yaitu memberikan pelatihan dan mungkin modal usaha bagi masyarakat lokal untuk menjalankan pertanian rumput laut. Sebagian besar masyarakat sepengamatan penulis, memiliki mata pencarian utama adalah petani di sawah dan ladang, nelayan, pemilik penginapan, dan pedagang, sehingga dibutuhkan waktu dan usaha lebih untuk menggeser menjadi petani rumput laut. Setelah petani rumput laut tercapai, maka diperlukan pelatihan lanjutan agar mampu menjadi duta bagi wisatawan yang ingin tahu tentang pertanian rumput laut.

Ketika proses pertanian rumput laut telah mapan, maka tantangan berikutnya adalah pemanfaatan produk rumput laut. Pemerintah, LSM, ataupun akademisi dapat memberikan pelatihan untuk mengolah rumput laut mentah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih. Umumnya produk ini memiliki kualitas yang rendah, sehingga diperlukan investasi lebih untuk menghasilkan produk kualitas tinggi yang murni. Sebagai contoh alginat yang dihasilkan dari alga coklat memiliki harga 200.000 per kg untuk kualitas yang cukup baik tetapi tidak murni. Ketika dilakukan pemurnian sehingga memiliki kualitas penelitian dapat berharga hingga 3 juta untuk kuantitas yang sama. Tentu diperlukan teknologi yang cukup mahal untuk mendapatkan produk dengan kualitas tinggi tersebut, sehingga diperlukan investor yang serius untuk pengembangannya.

Pada jangka yang lebih panjang, pemerintah daerah dapat mendorong didirikannya lembaga penelitian baik secara mandiri ataupun bekerja sama dengan lembaga penelitian yang telah ada untuk fokus pada pengembangan rumput laut pantai Sayang Heulang. Beberapa fokus penelitian yang dapat dilakukan adalah produksi bibit unggul, pengembangan sistem pertanian, analisa hubungan kondisi perairan dan kualitas rumput laut, pengembangan teknik pemurnian senyawa minor rumput laut, dan produksi senyawa turunan dari kandungan rumput laut. Umumnya senyawa minor ataupun produk turunannya memiliki manfaat yang spesifik seperti katalis dan kesehatan, sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Apakah dalam beberapa tahun lagi kita akan melihat agrowisata rumput laut di pantai Sayang Heulang? Hanya pemerintah dan masyarakat yang dapat menjawabnya. Hal yang pasti adalah penulis akan kembali untuk menjelajah berbagai sudut pantai Sayang Heulang yang belum dikunjungi. Ayo liburan ke pantai Sayang Heulang.

1157

views