Pengembangan Model Platform Berbasis Big Data untuk Ketahanan Bisnis UMKM Jawa Barat Selama Pandemi

Pengembangan Model Platform Berbasis Big Data untuk Ketahanan Bisnis UMKM Jawa Barat Selama Pandemi 

Tags: ITB SDGsDecent Work and Economy Growth, Economic Growth, Economic Productivity

Rabu, 16 Juni 2021, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ITB yang diketuai oleh Ibu Santi Novani, PhD., dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB telah mengadakan Fokus Group Discussion dengan Judul Pengembangan Model Platform Berbasis Big Data untuk Ketahanan Bisnis UMKM Jawa Barat selama pandemik Covid-19. Acara yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh Ibu Dr. SriBagjawati Suparman, S.Si, MT (Kepala Sub Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam III, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat), Bapak Dr. Tatang Suryana, S.Si., M.Si (Kepala Bidang Usaha Kecil, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil),  Bapak Dr.Daniar Ahmad Nurdianto, SE, M.Si  (Widyaiswara Ahli Madya di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat), Bapak Agung Pascasuseno, MSM (Wakil Direktur Komunitas Kreasi Jabar) dan Bapak Hendra Ciho (Founder PT CihoGrup Stars Indonesia).

Acara dibuka dengan sambutan dari ketua tim Pengmas SBM, Santi Novani serta pemaparan tentang platform berupa aplikasi yang sudah dibuat oleh Tim Pengmas.

Platform berbasis big data yang dikembangkan oleh tim diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat baik untuk UMKM maupun pemerintah seperti profiling UMKM, informasi acara-acara yang diselenggarakan oleh SBM dan ITB terkait dengan pengembangan UMKM, dan coaching klinik dan mentor dari SBM dan ITB.

Saat ini Pemprov Jabar belum memiliki profiling UMKM secara lengkap karena masih tersebar dan terpisah pisah datanya. Selain itu, platform ini juga dikembangkan untuk dapat mengolah big data terkait produk seperti menganalisa produk-produk yang sedang diminati pasar hingga proyeksi trend pasar.

Setiap perwakilan dari pemerintahan dan UMKM memberikan tanggapan atas platform ini, Ibu Sribagjawati berharap platform ini bisa mengidentifikasi kebutuhan UMKM baik dari segi keuangan dan keterampilan, dengan demikian hal ini dapat membantu untuk akselerasi program pemerintah provinsi untuk bidang ekonomi pada tahun 2023.

Bapak Tatang Suryana berharap platform ini bisa membantu coaching antara dinas dengan UMKM. Keamanan data perlu menjadi perhatian agar para pelaku UMKM mau tergabung dalam platform ini serta kemampuan digital dari UMKM perlu diperhatikan akan platform ini bisa terus berjalan, hal ini disampaikan oleh Bapak Daniar.

Sebagai pelaku usaha, Bapak Hendra merasa akan terbantu dengan adanya platform ini, karena dengan terjadinya pandemik para pelaku usaha harus siap beradaptasi dengan perubahan yang ada. Masukan dari para peserta FGD ini akan menjadi bahan untuk melengkapi platform yang akan disosialisasikan kembali pada acara seminar dengan mengundang semua UMKM dan pemerintah Provinsi Ja. Sehingga pada saat diluncurkan, platform ini diharapkan memiliki unique selling point di mata para pelaku usaha.

1070

views