Pameran dan Lelang Lukisan untuk Solidaritas Korban COVID-19 oleh Seniman Tisna Sanjaya

Pameran dan Lelang Lukisan untuk Solidaritas Korban COVID-19 oleh Seniman Tisna Sanjaya

Tags: ITB4People, Community Services, Pengabdian Masyarakat, SDGs11

 "Kemerdekaan"

Di IBU Cigondewah. 
17 agustus sd. 17 oktober 2021.

Kerjasama :
* IBU Cigondewah. 
* Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi Bandung. 
* Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  ITB. 

Alhamdulillah.. 
Kita telah merdeka selama 76 tahun.
Patut bersyukur para pejuang kemerdekaan  telah membebaskan bangsa Indonesia dari para penjajah selama lebih dari 350 tahun.

Rasa syukur akan kemerdekaan tersebut kita wujudkan dg kreativitas untuk terus mengisi kebebasan ini dg ilmu yg bermanfaat.

Bidang keilmuan kita adalah seni budaya.

Bagaimana kita sebagai seniman dalam mengisi, meneruskan, melanjutkan perjuangan para penegak, pembebas kemerdekaan dari para kolonialis terhadap bangsa Indonesia tercinta.

Maka dari itu marilah kita gotong royong melalui proses kreatif  penciptaan karya seni, tumbuhkan kesadaran kita bersama untuk memelihara, merawat lingkungan jadi bersih, sehat, nyaman dan aman.

Nilai-nilai  kemerdekaan yg sakral, saat ini sedang teruji oleh situasi dan kondisi pandemi covid-19 yg sangat mengkhawatirkan, banyak korban yg berjatuhan, sakit dan gugur oleh virus penyakit yg mematikan.

Marilah kita ikut berpartisipasi, solidaritas untuk korban bencana Covid-19 dg cara kreativitas, inovasi dalam berkarya seni. 

Karya yg kita ciptakan, selain kita pamerkan sebagai bentuk apresiasi seni dan rasa syukur atas kemerdekaan, juga lukisan-lukisannya akan dilelang dan hasil penjualan akan disumbangkan utk korban yg terdampak covid-19.

Kita akan terus berupaya untuk menciptakan karya seni yg bisa memberikan inspirasi bagi perubahan sikap dan kesadaran pada lingkungan yg sudah tercemar oleh limbah pandemi budaya, misalnya di desa Batu Rengat Cigondewah yg menjadi lokasi pameran dan inspirasi berkarya seni. 

Contohnya Sungai Cigondewah, sumber air kehidupan yg mengalir ke Sungai Citarum, telah tercemar oleh limbah limbah industri pabrik dan warga yg membuang  sampahnya yg beracun ke sungai kita tercinta ini.

Juga tanah-tanah karuhun milik warga yg telah tergerus, tersisih menjadi pabrik-pabrik limbah plastik, kain, barang-barang bekas limbah industri dll.

Kepemilikan tanah warga dalam bentuk tanah pertanian organik yg kultural, kini menjadi gudang gudang limbah industri. 
Situasi dan kondisi yg dilematis, di satu sisi warga perlu untuk menunjang ekonomi untuk kehidupan sehari hari dg menjual hak milik dan warisan budaya tanah-tanahnya yg berisi lumbung-lumbung padi hasil panennya, lepas terjual pada kapital, pemilik modal dijadikan gudang-gudang plastik, pabrik-pabrik dst. 

Bersamaan dengan proses perubahan tersebut, ikut tergerus pula nilai-nilai dan bentuk-bentuk seni budaya tradisi kelokalan, keunikan warga, berganti menjadi perilaku yg fragmatis dan egoistis yg berdampak pada lingkungan hidup sehari-hari. 

Inillah perubahan jaman, dari jaman kolonial Belanda dan Jepang lalu merdeka dan setelah merdeka kita lengah. 

Tanah-tanah, ruang seni budaya yg unik seperti di desa organik kultural Batu Rengat Cigondewah yg tersisih dan terjajah berubah menjadi desa sintetik, serba limbah plastik. 
Kita tidak bisa berdiam diri, hanya menonton alam merdeka yg terkoyak oleh kealfaan kita sendiri. 
Harus ada upaya, saling berbagi cara, bentuk, format dan alternatif untuk mencari solusi via kreativitas dari para seniman budayawan untuk berimaginasi, bereksperimen, berkolaborasi dg berbagai bidang keilmuan, dengan warga sekitar bareng-bareng bekerja dengan suka cita, supaya karya seni kita menginspirasi lingkungan kehidupan bertambah baik, sehat dan aman. 

Pendidikan kreativitas dari para seniman budayawan bareng bersama warga, terutama fokus pada anak-anak di sekitar desa Batu Rengat supaya mereka kita berkali dg ilmu kreativitas, mentalitas, sikap survive, keterampilan berkreasi dalam mengisi zaman kemerdekaan, biar kelak mereka tidak terjajah kembali oleh bentuk kolonialis lain di era proses perubahan yg sangat cepat ini.

Tujuan dan do'a dari kreativitas berkarya seni kita adalah supaya terwujudnya nilai-nilai yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadian dalam kebudayaan. 

Mari kita berkarya seni  yg bisa menumbuhkan daya, untuk kesadaran lingkungan supaya kehidupan kita sehari-hari dan masa depan bangsa kita menjadi bertambah baik, aman dan nyaman.

Bismillah.. 

Merdeka!!

Tisna Sanjaya
IBU Cigondewah 2021.

Pameran dan Lelang Lukisan.

Solidaritas untuk Korban Covid-19.

Dalam rangka HUT RI ke 76.

Pameran berlangsung :
17 Agustus sd. 17 Oktober 2021.
Jam 10.00 sd 15.00 WIB.

Tempat :
Di Galeri IBU Cigondewah dan Galeri Lumbung Plastik Desa Batu Rengat, Cigondewah Kaler, Bandung.
Jl. Batu Rengat RW 01, RT 02.

Pameran secara online dan langsung.

Bagi yg akan melihat pameran secara langsung melalui perjanjian dan Prokes.
Telp. O8156242100 (Tisna Sanjaya).

Telp. 0831 0057 7586
(Susentono Seno).

Kerjasama :
IBU Cigondewah - Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB.

1139

views