Mengenalkan Teknologi LCD untuk Kegiatan Belajar-Mengajar

Mengenalkan Teknologi LCD untuk Kegiatan Belajar-Mengajar

Tags: ITB4People, Community Services, SDGs4

Teknologi Content Delivery Network (CDN) merupakan jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi geografis dengan tujuan untuk menyediakan konten secara efisien dan cepat kepada pengguna. Sistem ini mengambil konten dari server utama dan mendistribusikannya ke server-edge (cache server) yang berlokasi lebih dekat dengan pengguna. Sebagai hasil, akses ke konten menjadi lebih cepat dan dapat diakses dari berbagai lokasi. Implementasi CDN pada institusi pendidikan seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penting dilakukan untuk memastikan konten yang tersedia dapat diakses secara efisien dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengguna. 

Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng, penerapan teknologi CDN yang akan dibangun menggunakan infrastruktur lokal CDN dengan menggunakan server dilingkungan sekolah untuk menyediakan server konten yang diintegrasikan pada jaringan lokal sekolah sehingga konten dapat diakses secara cepat, teknologi tersebut adalah Local Content Delivery (LCD) dimana konten diletakan pada server CDN dalam lingkungan jaringan intranet.

Cara kerja teknologi LCD adalah ketika pengguna mengakses konten pembelajaran, permintaan akan diarahkan ke server-edge terdekat. Server-edge kemudian mengambil konten dari server utama dan menyimpannya. Konten yang lebih dekat dengan pengguna menghemat bandwidth dan mengurangi beban server utama, mempercepat akses konten video pembelajaran.

Berdasarkan survei di SMK YPC Tasikmalaya, siswa mengalami kesulitan mengakses konten pembelajaran akibat keterbatasan kuota dan bandwidth. Penggunaan sistem LCD akan mengoptimalkan penggunaan bandwidth, meningkatkan sistem pembelajaran mandiri berbasis internet, dan mendorong pengenalan teknologi LCD di SMK YPC Tasikmalaya sebagai bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan ITB.

Metode pendekatan yang diterapkan dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi pendekatan institusional dan partisipatif. Teknik pengumpulan data melibatkan kuesioner, wawancara, dan pengamatan untuk mengevaluasi umpan balik dari kegiatan yang dilaksanakan.

Keterlibatan mitra dalam kegiatan ini diawali pada tahapan sosialisasi, mitra berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi LCD untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan oleh tim pengabdian untuk memastikan pemahaman dan pemanfaatan teknologi LCD di SMK YPC Tasikmalaya. Sebagai hasil, seluruh guru dapat mengatasi permasalahan terkait kinerja LCD dan mendistribusikan konten pembelajaran berbasis teknologi kepada guru-guru di sekolah lain.

Adapun kegiatan ini meliputi: Pertama, penerapan teknologi LCD sebagai indikator capaian utama. Kedua, peningkatan ilmu pengetahuan dan pemahaman guru dan staf mengenai penggunaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan infrastruktur LCD serta peningkatan keprofesionalan guru SMK YPC Tasikmalaya. Capaian ini diukur menggunakan instrumen pelaksanaan pengabdian seperti lembar kuesioner, wawancara, lembar observasi, dan dokumen penunjang lainnya. Ketiga, penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari produk yang dihasilkan juga menjadi target capaian pelaksanaan pengabdian ini.

Tahapan pengabdian meliputi perancangan server LCD dan penyediaan konten pembelajaran di SMK YPC Tasikmalaya, implementasi dan uji coba distribusi konten menggunakan teknologi ini. Data pengabdian dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Empat kegiatan penting untuk mengatasi masalah yang dihadapi guru di SMK YPC Tasikmalaya meliputi:

1. Sosialisasi Penggunaan dan Pemanfaatan LCD
Kegiatan ini diawali dengan melakukan survey ke sekolah mitra dalam hal ini SMK YPC untuk mengetahui kesiapan pihak sekolah dalam implementasi CDN. Kegiatan survey tersebut antara lain seperti : melihat ketersediaan infrastruktur jaringan di sekolah, ketersediaan system yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring, melihat proses kegiatan belajar mengajar yang berjalan saat ini. Sehingga kegiatan implementasi CDN dapat dilaksanakan di sekolah SMK YPC

2. Pembuatan Materi Konten dan Video Pembelajaran
Kegiatan yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan kepada para guru dalam pembuatan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif dengan menggunakan teknologi multimedia terkini, sehingga guru secara mandiri dapat mengembangkan konten pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu agar sumber belajar di sekolah semakin banyak dan dapat diakses oleh siswa dengan mudah. Selain itu siswa juga dapat belajar secara mandiri. Tujuan pembuatan konten ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK YPC Bapak Drs. Ujang Sanusi, MM., beliau mengatakan bahwa di era kemajuan teknologi saat ini siswa dituntut mampu belajar mandiri (Student Center Learning) agar siswa dapat memperoleh ilmu tidak saja di ruang kelas tetapi dapat juga diperoleh dari berbagai sumber.

3. Pelatihan dan Pendampingan Tata Cara Penggunaan LCD untuk Distribusi Konten Pendidikan Terdapat 4 pelatihan yang diberikan pada pengabdian masyarakat kali ini, yaitu:
a. Pelatihan konfigurasi server CDN untuk pengelola TIK
Pelatihan ini bertujuan bagaimana membuat konfigurasi CDN dalam menentukan pengaturan konten video on demand atau live stream, autentikasi CDN (autentikasi token, enkripsi media). CDN server menggunakan Platform Nginx sehingga perlu mempersiapkan nama domain untuk mengarahkan domain CDN ke server sampai dapat di akses pada web browser.

b. Pelatihan pembuatan konten video pembelajaran untuk guru
Pada pelatihan ini guru diajarkan bagaimana membuat konten video pembelajaran. Adapun materi pelatihan terdiri dari bagaimana teknik pengambilan video yang baik, dan proses editing video dengan mempelajari beberapa teknik dasar pada proses tahapan editing seperti editing kontinuitas, editing kompilasi, pengaturan timeline, import penggabungan timeline dan final cut. Proses final cut yang diajarkan adalah : audio mixing, color grading, special effect, close captioning dan video publishing.

c. Pelatihan Cyber Security untuk mendukung konten mata pelajaran keamanan jaringan
Adapun materi pelatihan terdiri dari : dasar-dasar keamanan jaringan, manajemen password, firewall, TCP wrapper, attacking dan session hijacking, portsentry & honeyport, dan IDS

d. Pelatihan penggunaan teknologi CDN kepada siswa, guru, dan pengelola TIK untuk mengakses konten pembelajaran
Dalam pengimplementasian teknologi CDN, tim pengabdian kepada masyarakat. juga membekali keterampilan bagaimana pengelolaan distribusi konten yang efisien kepada pengelola TIK agar mitra kedepannya dapat secara mandiri mengelola dan mengembangkan konten pembelajaran baik untuk yang saat ini sedang dirancang atau yang akan dikembangkan oleh para guru yang berpartisipasi dalam pengembangan konten mata pelajaran yang diampu.

4. Pelatihan dan Sosialisasi kepada Siswa tentang Penggunaan LCD untuk Pembelajaran
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan diberikan kepada siswa-siswi bagaimana cara menggunakan teknologi LCD sehingga siswa siswi dapat memanfaatkan teknologi CDN untuk menunjang kegiatan pembelajaran secara maksimal. Selain itu untuk memberikan feedback pada teknologi CDN yang telah dikembangkan siswa siswi juga diberikan kuesioner untuk menilai tingkat kepuasan dalam menggunakan teknologi CDN terutama dalam hal konten yang disajikan agar berguna dalam pengembangan konten kedepannya.

Di Tahap akhir pada kegiatan pengabdian masyarakat tim PKM ITB melakukan evaluasi, tujuan evaluasi kegiatan ini tidak saja dilakukan kepada siswa tetapi juga kepada para guru dan pengelola TIK yang dilakukan pada akhir setiap sesi sosialisasi dan pelatihan, memberikan umpan balik kepada peserta.

Dengan demikian, pelaksanaan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di SMK YPC Tasikmalaya melalui penerapan teknologi LCD. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menghadapi tantangan teknologi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

Keberhasilan implementasi teknologi informasi dan komunikasi tidak lepas dari peran berbagai pihak yang terkait dalam proses tersebut. Beberapa pihak yang memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi TIK adalah:
1. Manajemen Pihak manajemen perlu memahami dan mendukung implementasi TIK dengan mengalokasikan anggaran dan sumber daya yang memadai, serta memberikan dukungan dan bimbingan pada pelaksana yang terlibat dalam implementasi TIK. Selain itu juga pihak manajemen harus mengawasi, memimpin, dan memastikan keberhasilan pelaksanaannya.
2. Tim Teknis
Tim teknis yang terdiri dari ahli IT perlu merancang, mengembangkan, mengimplementasikan dan mengelola sistem TIK. Peran yang sangat penting adalah analisis dan pemilihan solusi TIK sesuai dengan kebutuhan organisasi, instalasi dan konfigurasi TIK, melakukan pengujian dan pemeliharaan, memastikan keamanan data dan privasi, memberikan pelatihan kepada pengguna dan melakukan pembaruan dan upgrade TIK secara berkala.
3. Pengguna
Pengguna seperti staf dan siswa perlu terlibat dalam proses implementasi TIK dengan memberikan masukan dan umpan balik pada sistem TIK yang digunakan. Hal ini akan membantu memastikan bahwa sistem TIK yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan. Pengguna akhir harus memahami dan menggunakan solusi TIK dengan benar, memberikan umpan balik, dan menerapkan kebijakan keamanan sehingga implementasi TIK dapat berhasil dan memberikan manfaat yang diharapkan.

Dengan melibatkan semua pihak yang terkait dalam implementasi TIK, SMK dapat memastikan bahwa sistem TIK yang dibangun dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna akhir. Selain itu, kerja sama dan kolaborasi antar pihak juga dapat mempercepat proses implementasi TIK dan meminimalkan risiko kegagalan atau masalah teknis yang dapat mengganggu operasional SMK. Sebagai contoh, manajemen harus bekerja sama dengan tim teknis untuk menentukan solusi TIK yang paling sesuai dengan kebutuhan SMK. Tim teknis harus bekerja sama dengan pengguna akhir untuk memahami kebutuhan dan memberikan pelatihan dan dukungan. Pengguna akhir juga harus terlibat dalam proses pengujian dan validasi untuk memastikan bahwa solusi TIK yang diimplementasikan bekerja dengan baik dan memenuhi kebutuhan mereka.

Implementasi Local CDN pada SMK memiliki beberapa keuntungan yang dapat memberikan dampak positif pada pengalaman pengguna dari sistem TIK yang diimplementasikan, diantaranya:
1. Mempercepat waktu muat konten: Dengan menyimpan konten dan aplikasi pada server lokal dapat membantu mempercepat waktu muat halaman dibandingkan dengan mengakses konten melalui internet ke server secara langsung.
2. Meningkatkan availability layanan: Implementasi Local CDN dapat meningkatkan ketersediaan situs dengan mengurangi ketergantungan pada server utama. Pengguna dapat diarahkan untuk mengakses ke server lain apabila server utama down.
3. Mengurangi beban server utama: Dengan menyimpan konten situs dan aplikasi lokal dapat memastikan bahwa sistem TIK tetap dapat berjalan dengan cepat dan stabil saat terdapat banyak pengguna yang mengakses.
4. Meningkatkan keamanan: Dengan menyimpan konten dan aplikasi secara lokal dapat membantu meningkatkan keamanan sistem TIK dengan memastikan bahwa data dan konten situs terlindungi dari serangan cyber.
5. Menghemat biaya: Menyimpan konten dan aplikasi secara lokal membantu menghemat biaya operasional dengan mengurangi biaya akses ke jaringan internet.
Dengan implementasi LCD pada SMK dapat memberikan pengalaman pengguna pada situs web dan aplikasi lokal, meningkatkan kecepatan, ketersediaan, dan keamanan sistem TIK, mengurangi beban server utama, dan menghemat biaya. Oleh karena itu implementasi LCD menjadi penting bagi SMK untuk memastikan sistem dan layanan TIK tetap efisien dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengguna.

Media pembelajaran biasanya digunakan dalam pendekatan pengajaran yang menarik. Sarana penyampaian pesan dan penyampaian ilmu pengetahuan adalah media yang memiliki muatan pendidikan, sering disebut media pembelajaran. Keberhasilan siswa dalam memenuhi tujuan pembelajaran akan sangat terbantu dengan materi pembelajaran yang dirancang dengan baik melalui berbagai bentuk media pembelajaran ada. Selain itu, setiap jenis media pembelajaran memiliki kualitas dan kualitas yang berbeda. Menurut Mukminan, (2008) dalam bukunya yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran, setidaknya Guru harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini dalam mengembangkan media pembelajaran: Visible (Mudah dilihat), Interesting (Menarik), Simple (Sederhana), Useful (Isinya berguna/bermanfaat), Accurate (Benar/dapat dipertanggungjawabkan),Legitimate (Masuk akal/sah), dan structured (Terstruktur dengan baik). Siswa akan cepat bosan dan tidak tertarik dengan topik yang diajarkan guru jika guru masih menggunakan metode yang sudah ketinggalan zaman dan tidak sejalan dengan generasi saat ini. Guru perlu memperluas wawasan mereka dengan strategi pengajaran yang lebih menarik, memanfaatkan platform digital dan konten yang menarik, untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami informasi yang disampaikan. Untuk anak-anak yang sedang belajar, ini akan menjadi minat khusus.

Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ada dengan memberikan pelatihan kepada para Guru dalam membuat konten media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi untuk mengisi konten pelajaran di sistem pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu untuk membuat konten materi yang menarik dan interaktif yang akan di upload ke aplikasi pembelajaran, maka para Guru akan dibekali pelatihan dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi yaitu membuat slide yang menarik dan tepat sasaran, editing video untuk mendukung materi pelajaran menjadi lebih menarik, dan kegiatan lainnya.

531

views