LPPM ITB berkolaborasi dengan Kemendes-PDTT untuk Tingkatkan Akses Internet di Desa Baruakol

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di 30 desa di wilayah Indonesia Timur. Salah satu desa yang terpilih dalam program ini adalah Desa Baruakol, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara.

Ketua tim dari LPPM ITB, Ahmad Izzuddin, kepada media ini Jum’at (10/11/2023) mengatakan, melalui aplikasi Desanesha yang dikembangkan oleh LPPM ITB untuk menghubungkan pihak desa dan pakar-pakar di ITB, Kepala Desa Baruakol, Bapak Jufri Sapsuha menuliskan adanya keluhan masyarakat terkait jaringan internet/telekomunikasi dimana akses internet di desa masih terasa lambat dan belum mencukupi kebutuhan di desa.

Menurutnya, pentingnya akses internet sebagai kebutuhan utama masyarakat saat ini, tidak terkecuali di desa wilayah 3T, LPPM ITB menugaskan kami dan tim dari Kelompok Keahlian Teknik Telekomunikasi di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) untuk menelusuri masalah dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tim tersebut beranggotakan Bapak Daniel Wiyogo, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB dan dibantu oleh Muhammad Andhika Almuqaddami Gaffar dan Muhammad Iqbal Arrachman, mahasiswa Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan komunikasi dengan Bapak Kepala desa Baruakol, Jufri Sapsuha, melalui aplikasi Desanesha untuk menggali informasi dan kondisi terkini yang ada di Desa Baruakol, dilanjutkan dengan survey langsung ke Desa Baruakol pada akhir Juli 2023 kemarin,” kata Ahmad Izzuddin, Ketua tim LPPM ITB.

Pada survey tersebut, lanjut Ahmad Izzuddin, dilakukan pengecekan dan pengetesan kondisi jaringan internet di desa, pemetaan lokasi pemasangan dan kordinasi dengan pihak-pihak penerima manfaat. Dari pengamatan langsung di desa, diketahui bahwa di desa Baruakol sudah terpasang satu menara tower eNodeB 4G yang dikelola oleh Telkomsel dan BAKTI.

“Tower 4G ini sudah menjangkau keseluruhan wilayah desa namun kecepatannya masih belum memadai untuk penggunaan internet sehari-hari. Salah satu hasil dari survey tersebut adalah desain jaringan yang akan diimplementasikan di desa serta rencana titik-titik instalasi WiFi point yang dapat diakses oleh masyarakat desa Baruakol. Sedangkan akses internet diusulkan menggunakan satelit bertipe High Throughput Satellite (HTS) Ka-band dengan kecepatan up to 30 Mbps,” jelasnya.

Dikatakannya, kegiatan di desa dilanjutkan pada akhir Oktober 2023 dengan beberapa agenda utama yakni, konfigurasi dan instalasi perangkat elektronik dan radio. Perangkat-perangkat yang dikonfigurasi dan diinstal antara lain adalah set antena dan modem satelit, router, switch, mini PC, indoor dan outdoor WiFi access point dan microwave radio link.

“Kegiatan konfigurasi dilakukan untuk memastikan perangkat dapat tersambung ke jaringan dan dapat diakses secara terpusat. Selanjutnya pemasangan tiang di 3 titik yaitu Kantor Desa Baruakol, Rumah Kepala Desa dan SMP Negeri 4 Satu Atap Mangoli Tengah agar akses internet dapat dinikmati oleh lebih banyak warga desa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Pemasangan tiang-tiang tersebut dilakukan dengan bantuan masyarakat desa menggunakan material yang tersedia di desa antara lain tiang parabola TV, tiang listrik dan tiang bendera. Titik pusat jaringan dan akses koneksi internet ditempatkan di Kantor Desa Baruakol, sedangkan kedua titik yang lain terhubung ke Kantor Desa Baruakol menggunakan microwave radio link karena jaraknya cukup jauh dari kantor desa dan dilakukan pengetesan jaringan secara keseluruhan di setiap titik akses WiFi. Hasil pengetesan kemudian disampaikan ke kepala desa dan perangkat desa serta diuji coba selama sekitar dua hari oleh warga desa secara terbatas.

“Kemudian dilanjutkan dengan training penggunaan dan pengaturan WiFi ke perangkat desa untuk membantu pihak desa agar dapat mengatur, mengelola, menggunakan dan memanfaatkan akses WiFi secara mandiri,” imbuhnya.

Tahap berikutnya adalah sosialisasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa akses internet dan WiFi point di desa serta penyerahan hasil kegiatan secara simbolis di Kantor Desa Baruakol. Sosialisasi dan penyerahan hasil kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa dan warga Desa Baruakol.

“Alhamdulillah, kegiatan kami di Desa Baruakol mendapat sambutan yang luar biasa, didukung penuh oleh perangkat desa dan warga desa. Kami berterima kasih atas dukungan warga masyarakat selama kegiatan ini sehingga kegiatan ini berlangsung dengan lancar,” acap Ahmad Izzuddin.

Pihaknya juga berharap dapat memberikan kontribusi langsung ke daerah 3T dan memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam menghadirkan akses internet di Desa Baruakol. “Kami berharap hadirnya peningkatan akses internet membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Baruakol,” harap Ahmad.

Tidak hanya itu, Kepala Desa Baruakol, Bapak Jufri Sapsuha mengucapkan terima kasih pada tim atas program pengabdian masyarakat hasil kolaborasi ITB dan Kemendesa PDTT ini. “Terima kasih kepada Bapak-bapak tim dari ITB yang sudah meluangkan waktunya untuk perjalanan ke desa kami untuk menjalankan kegiatan pemasangan internet dan WiFi di Desa Baruakol,” beber Kades.

Selaku kepala desa, dirinya sangat berterima kasih kepada tim dari ITB yang sudah menjalankan tugas di desa kami. Alhamdulillah, ini bisa memberikan manfaat bagi kami masyarakat di Desa Baruakol dalam hal terkait WiFi di desa. “Kami juga berterima kasih pula kepada pihak Kemendesa atas bantuan dan keberlangsungan program ini. Harapan kami agar WiFi yang sudah digunakan oleh masyarakat agar lebih bagus dari sebelumnya,”Pungkasnya.

Sumber:https://kabarsula.com/desa-baruakol-kini-nikmati-akses-internet-cepat-berkat-program-lppm-itb/

261

views