Kolaborasi ITB-Kemendes PDTT Hadirkan Hand Tractor untuk Peningkatan Kualitas Pasca Panen di Desa Lalukoen

Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Lalukoen, Rote Ndao, NTT. Augie Widyotriatmo, S.T, M.T, Ph.D selaku Ketua Tim dalam sebuah unit kerja ‘Kelompok Keahlian Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Fisika, ITB’ ini, melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terhitung Februari 2023 dan berakhir pada November 2023 dengan judul PKM, ‘Hand-Tractor untuk Peningkatan Kualitas Pasca Panen di Nusa Tenggara Timur’.

Untuk diketahui bahwa Desa Lalukoen, memiliki luas lahan pertanian yang signifikan, mencapai 625 hektar. Meskipun potensinya besar, produktivitas pertanian di desa ini terhambat oleh kurangnya sarana prasarana pertanian, terutama alat pertanian seperti hand tractor. Dengan hanya 14 traktor yang tersedia, petani di Desa Lalukoen menghadapi kesulitan dalam mengolah lahan, pemupukan, penyiangan, dan pemanenan. Keterbatasan ini mengakibatkan sawah menjadi kering dan gagal panen, memberikan dampak negatif pada ekonomi masyarakat desa.

Menyadari tantangan tersebut, ITB berkolaborasi dengan Kemendes PDTT untuk mengatasi permasalahan ini melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat. Fokus utama kegiatan ini adalah pemenuhan kebutuhan alat pertanian, khususnya hand tractor. Selain itu, sinergitas program dalam rangka pencapaian SDGS desa berbasis teknologi tepat guna di lokasi 3T di wilayah Indonesia Timur juga diintegrasikan dalam proyek ini melalui aplikasi Desanesha.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kepala Desa, Soleman Suy, desa ini membutuhkan perhatian serius terutama dalam pemenuhan alat pertanian, seperti hand tractor, agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan. Kurangnya sarana prasarana pertanian, termasuk mesin air dan saluran pengairan, juga berkontribusi pada kegagalan panen dan tanam di Desa Lalukoen.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) berkomitmen melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Lalukoen. Fokus utama kegiatan ini adalah pemenuhan kebutuhan alat pertanian hand tractor. Sebagai solusi inovatif, diusulkan pembangunan prototipe hand tractor yang dapat direplika oleh masyarakat desa dengan memanfaatkan mesin-mesin yang ada.

Pada tahap awal, peralatan untuk memodifikasi motor yang ada menjadi hand tractor akan dipasok dari workshop-workshop yang tersedia. Selanjutnya, program ini akan diintegrasikan dengan pembangunan workshop permesinan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan di Desa Lalukoen dalam jangka panjang.

Selain pemenuhan kebutuhan alat pertanian, kegiatan ini juga melibatkan pelatihan kepada masyarakat tentang cara merakit, mengoperasikan, dan merawat traktor tangan. Hal ini penting untuk memastikan penggunaan traktor tangan secara efisien dan aman. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perawatan hand tractor sehingga alat tersebut dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama.

Dengan demikian, melalui upaya ini, ITB berharap dapat memberikan kontribusi positif  yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan di Desa Lalukoen, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan, yakni tim ITB melakukan diskusi dengan masyarakat Desa Lalukoen untuk menggali potensi masyarakat dan kebutuhan mereka akan alat pertanian. Hasil diskusi menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan hand tractor yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pertanian, seperti pengolahan lahan, pemupukan, penyiangan, dan pemanenan. Lalu Tim ITB mendesain prototipe hand tractor yang dimodifikasi dari mesin sepeda motor. Prototipe ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Lalukoen, yaitu memiliki kekuatan yang cukup untuk digunakan di lahan kering dan keras, serta memiliki harga yang terjangkau.

Tak hanya disitu, Tim ITB kemudian melakukan pengadaan material yang dibutuhkan untuk membangun prototipe hand tractor. Material yang dibeli meliputi mesin motor, rangka, roda, dan komponen-komponen lainnya. Dan kemudian Tim ITB merakit prototipe hand tractor di Kampus ITB. Proses perakitan dilakukan dengan melibatkan beberapa mahasiswa ITB. Setelah prototipe hand tractor selesai dibangun, Tim ITB kemudian memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Lalukoen tentang cara menggunakan dan merakit hand tractor.

Pelatihan penggunaan dan perakitan hand tractor dilaksanakan di Desa Lalukoen, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 20-22 November 2023 dan diikuti 20 orang pemuda desa yang mewakili kelompok tani di Desa Lalukoen.

Di hari pertama, pelatihan dimulai dengan kunjungan ke lahan pertanian di Desa Lalukoen. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada peserta pelatihan tentang kondisi lahan pertanian di desa tersebut. Peserta pelatihan diajak untuk melihat langsung kegiatan pengolahan lahan yang dilakukan secara manual. Peserta diajak berdiskusi tentang kondisi sehari-hari di desa, termasuk tantangan yang dihadapi oleh para petani.

Pada hari kedua, peserta pelatihan diberikan pelatihan tentang perakitan hand tractor.  Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada peserta pelatihan agar dapat merakit hand tractor sendiri. Pelatihan perakitan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan komponen-komponen hand tractor, dilanjutkan dengan perakitan komponen-komponen tersebut, dan diakhiri dengan uji coba hand tractor yang telah dirakit.

Lalu pada hari ketiga, peserta pelatihan diberikan pelatihan tentang perawatan hand tractor. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan tentang pentingnya perawatan hand tractor agar dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama. Pelatihan perawatan dilakukan secara teori dan praktik. Peserta pelatihan diajak untuk mempelajari cara membersihkan, melumasi, dan memperbaiki hand tractor.

Di akhir pelatihan, peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang kegiatan pelatihan. Peserta pelatihan juga diajak untuk mencoba langsung hand tractor yang telah dirakit bersama. Diskusi dan uji coba hand tractor ini bertujuan untuk memberikan umpan balik dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pelatihan.

Di akhir pelatihan, peserta juga diajak berdiskusi tentang saran keberlanjutan untuk pemanfaatan hand  tractor. Peserta pelatihan diajak untuk memikirkan cara-cara agar hand tractor dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Lalukoen.

“Tim ITB melakukan monitoring terhadap hasil pengabdian masyarakat untuk mengetahui apakah masyarakat sudah bisa mandiri melakukan pengoperasian,  perawatan, dan pembangunan hand-tractor.  Selain itu, Tim ITB juga mengidentifikasi bantuan lain yang perlu diberikan lebih lanjut,”demikian release kepada media ini.

Pelatihan penggunaan dan perakitan hand tractor yang dilaksanakan  di Desa Lalukoen telah berjalan dengan lancar dan sukses. Pelatihan ini juga telah memberikan keterampilan dan pemahaman yang baik kepada peserta pelatihan tentang penggunaan dan perakitan hand tractor. Kedepannya desain prototipe hand tractor perlu ditingkatkan dan disempurnakan untuk kemampuan mesin dan desain mekanik yang lebih kuat. Hal ini mengingat banyaknya kondisi lahan yang kering dan keras di alam Lalukoen.

244

views