ITB Buat Program Ekonomi Kreatif Berbasis Desain dengan Komunitas Kreatif Rembang

Tim Pengabdian Masyarakat, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB yang terdiri dari Dr. Dwinita Larasati, M.Sn., Dr. Arianti Ayu Puspita, M.Ds., Meirina Triharini Ph.D., Prananda L. Malasan Ph.D., dan Raditya A. Taepoer, M.Ds. bekerja sama dengan Rembang Creative City Network (RCCN) menyusun program ekonomi kreatif. Kegiatan ini diawali dengan rangkaian acara workshop daring berupa penyusunan jalan ekonomi kreatif berbasis desain di Kabupaten Rembang.

Selain RCCN, tim ITB menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rembang untuk mengaktivasi Museum Kartini sebagai salah satu upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang.

Kegiatan workshop daring selama dua hari ini, dihadiri oleh beberapa perwakilan komunitas kreatif di Rembang dan beberapa perwakilan OPD Rembang. Seperti Kementerian Komunikasi & Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Menurut ketua RCCN, Ahdiat Galih, peserta workshop ini sengaja dari beberapa komunitas dan OPD. "Harapannya, supaya terjalin komunikasi. Selain itu, kebutuhan-kebutuhan yang selama ini dibutuhkan mulai bisa terpenuhi. Namun, tentunya tujuannya yakni menuju Rembang yang lebih baik", ujarnya, dikutip dari jawapos.com.

Museum Kartini tidak luput dari sasaran diskusi selama workshop daring berlangsung. Sebagai aset budaya yang dimiliki oleh Rembang, tentu revitalisasi Museum Kartini menjadi topik hangat untuk dibahas.

Dr. Dwinita Larasati memaparkan pada beberapa tempat di negara maju, museum bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. ”Kalau di negara yang memang lebih mapan industrinya, museum itu bukan cuma tempat pengetahuan saja, tapi bisa juga untuk hang-out. Jadi nggak selalu lihat objek/artefaknya karena sudah pernah lihat, jadi ya nongkrong saja di café-nya atau biasanya juga di toko souvenir,” ujarnya.

Harapan dari hasil pembahasan pada workshop ini, masyarakat dapat menjadikan Rembang sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif, baik dari segi revitalisasi desain budayanya, maupun dari segi pemasaran yang dikemas lebih kontemporer. Hal ini tentu saja perlu adanya kolaborasi antar pihak baik pemerintah, komunitas kreatif, UMKM, dan masyarakat.

Penyunting: Ali Hasan Asyari

878

views