Eksplorasi Sumber Air Bersih di Wai U, Kepulauan Sula, Maluku Utara

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM ITB) bekerja sama dengan Kementerian Desa PDTT telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Wai U, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, selama lima hari kerja yakni 23-27 Juli 2023.

Jumat, (28/7/2023), Dr. Eng. Arno Adi Kuntoro selaku ketua tim LPPM ITB, menuturkan bahwa Tim LPPM yang terdiri dari Dr.Eng. Arno Adi Kuntoro sebagai ketua tim, beserta tiga orang mahasiswa masing-masing Resanti Audrienne dari Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), Almira Abdul Kholik dari program studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL), Rofidzias Siswo Wicaksono Teknik Geofisika (TG), serta satu orang Staf Teknis, Vicky Candra Purnama, melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat untuk daerah 3T (Tertinggal,Termiskin, Terluar) di Indonesia Bagian Timur, dengan fokus pada penyediaan air baku bagi masyarakat tersebut terlaksana di Desa Wai U yang telah mendapatkan bantuan infrastruktur PAMSIMAS dari pemerintah pada tahun 2018. Namun demikian, berdasarkan hasil wawancara tim ITB dengan Kepala Desa Wai U, Bpk Fahrul Kedafota, distribusi air dari PAMSIMAS belum dapat sepenuhnya menjangkau seluruh pemukiman warga, khususnya yang berada di sebelah timur, tuturnya.

Selain itu, dijelaskan, Pada kegiatan tersebut dilakukan survey geolistrik untuk mengetahui potensi air bawah permukaan, yang dilanjutkan dengan pengambilan sampel air di beberapa sumber air yang digunakan warga desa. Sebagai realisasi upaya penyediaan air baku bagi warga, dilakukan pembuatan sumur bor yang direncanakan hingga kedalaman 40m sesuai hasil interpretasi survey geolistrik dan pengamatan langsung sumber air sekitar.

Setelah pengeboran, kegiatan lanjutan berikutnya adalah pembuatan menara air setinggi 8 m dari permukaan tanah, dan penempatan tangki air 5000 liter, jelasnya.

Ketua tim ITB juga,mengharapkan penambahan kapasitas ini dapat memenuhi kebutuhan air baku sekitar 80 KK di Desa Wai U, khususnya untuk kebutuhan minum dan memasak.
Sedangkan,Kepala Desa Wai U, mengharapkan agar kegiatan ini dapat berkontribusi pada pemenuhan salah satu aspek SDGs Desa Wai U yang termasuk wilayah 3T, dan dapat dilanjutkan dengan kegiatan lain pada tahun berikutnya, misalkan pengolahan produk kopra putih.

Sementara salah satu mahasiswa yang terlibat, Almira Abdul Kholik, dari Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan menyatakan sanitasi pada Desa Wai U perlu ditingkatkan karena masih banyak warga yang tidak menggunakan septic tank melainkan hanya mengumpulkan air kotor (air limbah) pada penampung yang terbuat dari semen dan bata yang berjarak sangat dekat dengan sumur di rumah masing masing warga sehingga berpotensi besar terjadi rembesan yang mencemari air baku dan diperlukan pengujian terhadap air sampel lebih lanjut untuk mengetahui apakah air tercemar atau tidak, ujarnya.

Selain itu, dirinya menyarankan untuk sistem pengelolaan air limbah menggunakan sistem yang komunal (offsite) yang disimpan jauh dari sumber air baku serta pengelolaan air limbah offsite masih mudah untuk diterapkan pada daerah tersebut dikarenakan jumlah KK yang masih sedikit dan jalur SPALD yang masih mudah untuk dipetakan.
Tidak hanya mengenai air baku dan sanitasi.

Sedangkan, menurut Resanti Audrienne, mahasiswi dari Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, masih banyak hal yang perlu dikembangkan di Desa Wai U ini. Di era yang serba digital, Desa Wai U masih sulit untuk menggunakan teknologi yang telah berkembang pesat karena tidak adanya sinyal di daerah tersebut. Masyarakat baru bisa menemukan sinyal bila berada di pantai namun kekuatan sinyal yang didapat tidak cukup kuat. Sehingga masyarakat di Desa Wai U tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Seperti saat kegiatan pengeboran tanah untuk mendapatkan air baku, pengeboran masih dilakukan dengan cara manual yang memakan banyak waktu dan tenaga. Diharapkan pemerintah dapat membantu dalam pembuatan menara base transceiver station (BTS) agar masyarakat Desa Wai U dapat berkembang dan belajar melalui internet.
Dengan terlaksananya program ini diharapkan membawa manfaat bagi Desa Wai U dan bisa mendapatkan perhatian lebih lagi dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat, harapnya.

399

views