Dorong Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan terkait Obat Tradisional dan Kosmetik

Sekolah Farmasi serta Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB bekerja sama dengan Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan  UPT Puskesmas Nipah. Mereka menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kader kesehatan di UPT Puskesmas Nipah berbasis kemitraan apoteker dalam keamanan penggunaan obat tradisional dan kosmetik di UPT Puskesmas Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (22/7).

Puskesmas ini juga mendapatkan dukungan Hibah PKM ITB 2023 dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITB yang merupakan bagian dari program penelitian dan pengabdian masyarakat Indonesia.

“Sekolah Farmasi ITB menguatkan simpul apoteker dan kader kesehatan untuk Keamanan Obat Tradisional dan Kosmetik Daerah Pariwisata Nipah Lombok Utara,” jelas ketua pelaksana Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti yang juga dosen KK Farmakokimia-SF ITB.

Sasaran peserta sebanyak 20 ibu-ibu kader PKK dan Posyandu UPT Puskesmas Nipah.

Anggota pelaksana kegiatan, diantaranya Defri Rizaldy (dosen KK Biologi Farmasi – SF ITB), Bhekti Pratiwi (KK Farmakologi – SF ITB) M.Azhari (KK Farmakokimia-SF ITB), Mutiara Ayu Larasati (dosen KK Manusia & Ruang Interior-FSRD ITB). Dari Unram, Eskarani Tri Pratiwi dan Iman Surya Pratama (Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram). Ada juga Khairiatul Ummah dan Bambang Tri Laksono yang merupakan asisten akademik SF ITB serta mahasiswa MBKM Maritsa dan Septi Riyanti (SF-ITB) dan Virliana (FSRD-ITB).

Melalui kegiatan ini ditekankan jika peredaran obat tradisional dan produk kosmetik secara ilegal, baik produk palsu maupun yang tidak terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia) membawa potensi risiko bagi masyarakat. Hingga saat ini, BPOM telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penggunaan produk ilegal yang dapat membahayakan konsumen.

Selain inisiatif edukatif dari BPOM yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan publik tentang penggunaan obat tradisional dan kosmetik, apoteker sebagai tenaga kesehatan juga memiliki tanggung jawab dalam mengedukasi masyarakat terkait hal tersebut. Melalui program edukasi dan pelatihan kader yang bekerja sama dengan apoteker, diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang manfaat, keamanan, dan kualitas obat tradisional dan produk kosmetik, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi saat memilih dan menggunakan produk tersebut.

Kegiatan yang menjadi dasar untuk pelaksanaan di NTB adalah kuesioner yang disebar tiga bulan sebelumnya mengenai tingkat pengetahuan keamanan kosmetik dan obat tradisional. “Hasilnya adalah masih diperlukan induksi untuk masyarakat agar meningkatkan pengetahuan mengenai hal tersebut,” jelas Shopi.

Acara di NTB dimulai pada hari  sebelumnya yaitu pembagian paket kebersihan kepada pedagang kaki lima dan petugas kebersihan dengan menyebarkan di sekitar kota Mataram.

Pada hari penyuluhan, sebelum penyampaian materi, ibu-ibu kader PKK dan posyandu diminta mengerjakan soal pre-test terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki. Selain itu, ibu-ibu kader PKK dan Posyandu diajak melakukan senam bersama dipimpin Bambang Tri Laksono.

Sementara plt. Kepala UPT Puskesmas Nipah Handini Puspita Arum menyampaikan terimakasih kepada tim SF ITB, FSRD ITB, dan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram karena sudah memberikan kesempatan pihaknya menjadi tempat pengabdian masyarakat dan berbagi pengetahuan. “Harapannya ibu-ibu Kader PKK dan Posyandu nantinya dapat terinspirasi dan berinovasi menyediakan obat tradisional di masing-masing Posyandu serta berbagi ilmu yang telah didapatkan,” ungkapnya.

Setelah pemaparan materi selesai, peserta diberikan kesempatan bertanya terkait materi yang disampaikan. Kemudian dilanjutkan demo pembuatan jamu beras kencur. Setelah jamu selesai dibuat dimasukkan ke dalam kemasan dan dibagikan kepada ibu-ibu kader PKK dan Posyandu yang hadir.

Acara ditutup dengan pengerjaan post test terkait materi, pembagian bingkisan berupa kit kesehatan, dan dilakukan sesi foto bersama antara panitia dan peserta.

366

views