Bergerak untuk Bantu Masyarakat Cianjur Bangkit Kembali

Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 melanda wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022. Berdasarkan data BNPB, 310 jiwa meninggal dunia, sementara korban luka tercatat 2.043 orang dan mengungsi 61.908 orang, sedangkan kerugian materil sebanyak 56.320 rumah alami kerusakan dengan rincian rusak berat 22.241 unit rumah, rusak sedang 11.641 unit rumah dan rusak ringan 22.090 unit rumah. Selain itu, fasilitas umum lainnya juga turut terdampak, seperti sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan gedung perkantoran.

Di samping evakuasi terhadap pencarian korban jiwa yang masih dilakukan, masyarakat yang selamat pun memerlukan tempat dan fasilitas lainnya yang layak, serta kebutuhan lainnya. Bantuan trauma healing pun sangat membantu bagi masyarakat, karena banyak di antaranya yang masih mengalami trauma.

ITB yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB bergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak gempa bumi di Cianjur. Baik para dosen maupun mahasiswa dikerahkan untuk memberikan sumbangsih penerapan teknologi tepat guna untuk penanggulangan jangka pendek, menengah, & panjang, karena masyarakat bukan hanya memerlukan bantuan saat tanggap darurat saja, tetapi mereka juga memerlukan bantuan yang sifatnya jangka menengah dan panjang.

Sejak H+1, tim dari ITB telah hadir di lokasi untuk meninjau lokasi dan memasang 6 Seismograf pemantauan gempa susulan (Aftershock). Selanjutnya dilakukan survey untuk meninjau dan observasi di lapangan supaya sesegera mungkin bantuan-bantuan lainnya dapat segera dikondisikan.

Saat ini, tim sudah membangun Hunian Sementara (Huntara) dengan metode Tunnel Shelter dari bambu. Pembuatan tunnel ini dilakukan melibatkan warga lokal, sehingga prosesnya dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, melatih warga lokal supaya dapat mengaplikasikannya di tempat lain.

Bantuan penyediaan air pun sudah mulai dikirimkan, tim juga sekaligus mempertimbangkan desludging lumpur tinja, supaya tidak mengakibatkan penyakit, ditambah kondisi di lapangan dengan cuaca hujan mengakibatkan area pengungsian becek dan manuver kendaraan berat diatas lapangan yg relatif lunak. Tim dari LPPM ITB terus berkoordinasi dengan pemerintah, BNPB, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alama (KMPA) ITB, Rumah Amal Salman, Universitas Malang, serta pihak-pihak lain, supaya bantuan tepat guna dapat dikondisikan dengan baik dan tepat sasaran.

Teknologi Tepat Guna

1. Pembangunan Huntara Tunnel Shelter Bambu
Posko: Desa Benjot
PIC: Mipi Ananta dan Dr. Andry W.

2. Pemasangan Seismometer Pemantauan Gempa susulan
Posko: Tidak tetap
PIC: Prof. Andri Dian N & Dr. Zulfakriza

3. Asesmen Awal Kerentanan Bangunan
Posko: Pendopo Kantor Bupati Cianjur
PIC: Dr. Aria Mariany

4. Pemenuhan Obat-obatan dan Pendamping Psikologis
Posko: Survey sedang dilakukan
PIC: Dr. Tomi Hendrayana

5. Pendamping Psikologis
Posko: Survey sedang dilakukan
PIC: Dr. Lulu Lusianti & Ardhana Riswarie, M.A.

6. Instalasi Pengolah Air Bersih Bergerak & Posko Penyediaan
Posko: Survey sedang dilakukan
PIC: Dr. Dwina Roosmini

7. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile
Posko: Tidak tetap
PIC: Prof. Dr. Ir. Bagus Budiwantoro

8. Pemetaan Retakan
Posko: Tidak tetap
PIC: Dr. Alfend Rudyawan & Dr. Astyka P

9. Penyediaan Air Bersih
Posko: BPPIBTSP Bunikasih
PIC: Arif Susanto (KMPA) ITB

10. Penyediaan Pengolahan Air Limbah & Pengelolaan Lumpur Fekal Pasca Bencana
PIC: Dr. Ahmad Soleh S

11. Bantuan dan Penyaluran Logistik
Posko: Jhon aquatic ressort
PIC: Rafli M (Menwa ITB)

12. Pertolongan Penyaluran bantuan KM-ITB (UKM/HMJ)
Posko: sedang survey
PIC: Bagus Eko F

484

views