Berdaya Dengan Arang dan Cuka Bambu

Berdaya Dengan Arang dan Cuka Bambu

Tags: ITB4People, Community Services, Pengabdian Masyarakat, SDGs15

Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia sejak medio Maret 2020 berdampak sangat signifikan terhadap penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat. Masyarakat perdesaan pun tidak imun dari dampak itu, termasuk masyarakat Desa Cibugel, Keramatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Secara umum, masyarakat di desa yang berlokasi sekitar 68,2 km dari kampus ITB Jatinangor itu berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Selain bertanam padi dan pala wija serta sayur-mayur, mereka mengembangkan hutan rakyat dan tanaman bambu.

Pohon yang dikembangkan pada hutan rakyat merupakan jenis cepat tumbuh yang dapat dipanen pada umur 3-5 tahun, seperti gmelina, jabon, tisuk, dan sengon. Ada pula durian yang dapat dipanen pada umur 13 tahun.

Meski relatif repat tumbuh, jenis-jenis kayu itu punya kelemahan. Tingkat kekuat­an dan keawetannya yang rendah sehingga umur pakainya singkat.

Masyarakat Desa Cibugel juga membudidayakan sejumlah jenis bambu antara lain bambu haur hijau, bambu tali, dan bambu betung. 

Kendati aktivitas usaha itu telah ber­langsung cukup lama, mereka menghadapi problem. Produktivitas hasil pertanian mereka belum optimal. Sementara itu, wawasan pengetahuan dan teknologi tentang kewirausahaan juga masih terbatas. Permasalahan itu makin tampak ketika pandemi mendera.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PM) dari Dasen Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (KK-TK, SITH-ITB) tergerak berkontribusi mengatasi permasalahan itu.

Untuk membantu Pemkab Sumedang, khususnya Kecamatan Cibugel, mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat perdesaan, tim kemudian menghelat pela­tihan pembuatan arang dan cuka bambu serta aplikasinya. Pemilihan bambu sebagai bahan didasari pada faktor ketersediaan bahan, mudah dibudidayakan, dan hasilnya repat dipanen, yaitu pada umur 3 tahun.


Tim juga menghibahkan satu alat pembuatan arang dan cuka bambu kepada Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) Cibugel serta menggelar workshop pembuatan arang dan cuka bambu. Alat dengan kapasitas produksi skala industri rumah tangga yang dirancang Tim PM dan Koperasi Nata Alam Karsa, Yog­yakarta, telah dan akan digunakan anggota BUM-Des Cibugel sebagai sarana pelatihan dan alat utama dalam perintisan usaha ber­basis arang dan cuka bambu serta produk turunannya di bawah binaan SITH-ITB.

Program pelatihan, hibah alat, dan work­shop bertujuan menjadikan BUM-Des Cibugel sebagai pionir bagi BUM-Des lain, khususnya yang ada di Keramatan Cibugel, dalam menggerakkan ekonomi perdesaan guna mening­katkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan pada 11 Septem her 2021. Peserta ialah anggota BUM-Des Cibugel dan perwakilan Guru SMK Agro Bina Dharma, Cibugel, serta mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen SITH ITB sebagai peserta Mata Kuliah Umum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKU MBKM) yang merupakan kelanjutan dari program PM Dasen KK-TK SITH-ITB pada 2016, 2017, dan 2020, di Desa Cibugel.

Pada saat workshop, Tim PM menyampai­kan materi dan diskusi dengan topik teknik pembuatan arang dan cuka bambu serta aplikasinya, dilanjmkan perihal peluang pasar produk arang dan cuka bambu serta produk turunannya oleh Aris Andrianto Utomo (Koperasi Nata Alam Karsa).

Setelah penyampaian materi, peserta melakukan praktik dibimbing instruktur Ir. Edi Hemani (Koperasi Nata Alam Karsa). Dijelaskan, bahan baku diutamakan dari bambu yang relatif kurang bernilai eko­nomi tinggi, tetapi memiliki karakteristik tertentu. Salah satu rontohnya ialah bambu haur hijau atau bambu ampel hijau yang melimpah di Desa Cihugel.
 
Selain jenis, perlu diperhatikan kadar air, umur, dan tempat tumbuh bambu. Perlakuan pendahuluan terhadap bambu, tipe alat, sena metode pembuatan yang diterapkan juga akan menentukan kualitas arang serta ruka bambu yang dihasilkan. Kelak, arang dan cuka bambu tersebut da­pat dipakai umukberbagai keperluan, baik secara langsung maupun diolah lagi men­jadi berbagai produk turunannya. (M-2)

568

views