Peningkatan Mutu Produk Budidaya Jamur Masyarakat dengan Memanfaatkan Teknologi Kontrol

Lokasi: 
Penanggung Jawab: 
Dr. Eng. Muhammad Miftahul Munir
Nomor Pegawai: 
198007232008121001
Email Penanggung Jawab: 
Tahun Pelaksanaan: 
2016
Sumber Pembiayaan: 
ITB
Informasi Tim Pelaksana: 

Ketua Tim
Nama Lengkap Ketua Tim         : Dr. Eng. Muhammad Miftahul Munir
Fakultas/Sekolah &Prodi          : MIPA
Kelompok Keahlian                   : Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Alamat Rumah/Telp/Fax/E-mail : Girimekar Permai Blok A1/84, Cilengkrang,
                                                Bandung, Telp. 081213786635, Fax: 0222506452
Email                                      : miftah@fi.itb.ac.id

Anggota Tim
Nama Lengkap Anggota 1         : Prof. Dr. Eng. Khairurrijal
Fakultas/Sekolah &Prodi           : MIPA
Kelompok Keahlian                   : Fisika Material Elektronik

Nama Lengkap Anggota 2         : I Nyoman P. Aryantha, Ph.D.
Fakultas/Sekolah &Prodi          : SITH
Kelompok Keahlian                  : Mikrobiologi

Asisten Peneliti /Mahasiswa
Nama Lengkap                       : Casmika Saputra, S.Si
Bidang Keahlian                      : Instrumentasi

Nama Lengkap                       : Rahmat A. Salam, M.Si
Bidang Keahlian                     : Instrumentasi

Latar Belakang Masalah yang ditangani: 

Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2015 yang berjudul “Penerapan Teknologi Kontrol Temperatur dan Kelembaban untuk Meningkatkan Produktivitas Budidaya Jamur Masyarakat” telah menghasilkan prototype produk berupa teknologi pengontrol kelembaban dan temperatur (M. M. Munir dkk, 2015). Petani jamur sangat responsif dan antusias terhadap pengenalan teknologi tersebut. Selain jamur bergizi cukup tinggi, budidaya jamur menjanjikan keuntungan yang tinggi, tak sedikit petani jamur yang sukses meraup keuntungan jutaan rupiah tiap bulannya. Peminat jamur terus meningkat, peningkatannya mencapai 10% tiap tahunnya (Rahmat, 2011). Untuk memenuhi peminat jamur yang tiap tahunnya terus meningkat, pelaku usaha budidaya jamur di Jawa Barat memproduksi 10 ton tiap harinya (Chazali, 2009). Selain itu berdasarkan data Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesi (MAJI), 2007, terkait perminatan expor jamur tiap bulannya mencapai 820 ton (Chazali, 2009). Kumbung (rumah/tempat pembiakan jamur) berukuran 6 m x 9 m x 3 m mampu menampung hingga 10.000 baglog (media tanam jamur). Namun, angka kegagalan baglog sehingga tidak dapat ditumbuhi jamur berkisar 20% dari total baglog. Baglog yang gagal biasanya karena membusuk atau ditumbui hama karena terkontaminasi. Pengondisian lingkungan kumbung jamur sangat penting untuk mendapatkan kualitas dan mutu
terbaik jamur. Jamur memiliki kelembaban optimum yang relative tinggi dan berbeda untuk setiap jenis jamur. Dengan memanfaatkan teknologi pengontrol kelembaban dan temperatur, mutu dan kualitas jamur akan terjaga. Selain dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas budidaya jamur, penerapan teknologi kontrol kelembaban dan temperatur tersebut dapat membuka peluang usaha budidaya jamur. Sebab, dengan kepraktisan dan kemampuan pengendalian kelembaban kumbung maka pelaku usaha tidak akan khawatir akan cucaca yang tidak menentu. Pendekatan dan langkah implementasi teknologi kontrol kelembaban dan temperatur ini meliputi penyediaan teknologi kontrol kelembaban dan temperatur Kumbung Jamur, pembuatan modul panduan, pembuatan media monitoring online, sosialisasi dan koordinasi, serta implementasi dan instalasi alat kontrol.

Kondisi Masyarakat sebelum Pelaksanaan: 

Masyarakat di Kampung Payandaan, Ds. Padaasih, Kec. Cisarua, sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai petani. Sebagian diantaranya sebagai petani jamur. Misalny saja, Pak Riyan, Ia memiliki kumbung berukuran 6 m x 9 m x 3 m yang mampu memuat hingga 10.000 baglog. Petani mengontrol kelembapan kumbung dengan cara meyirami kumbung secara perlahan dan hati-hati 1 – 2 kali sehari. Setiap baglog dapat dipanen hingga 4 kali dengan hasil panen paling besar 1 ons per baglog. Dari 1.000 baglog, terdapat 200 – 300 baglog mati disebabkan membusuk atau terkontaminasi hama.

Lingkup Pelaksanaan : 

Pelaksanaan PM meliputi penyediaan teknologi kontrol kelembaban dan temperatur Kumbung Jamur, pembuatan modul panduan, pembuatan media monitoring online, sosialisasi dan koordinasi, hingga implementasi dan instalasi alat kontrol.

Deskripsi dan Foto Kegiatan: 

Kumbung jamur petani

 

Baglog-baglog yang gagal.

 

Baglog-baglog yang membusuk akibat terlalu basah saat penyiraman.

 

Penyerahan alat kontrol kelembapan dan temperatur kepada Petani Jamur

 

Pengujian Humidifier (pelembap ruangan). Dengan Menggunakan humidifier, baglog akan tetap lembap namun tidak basah sehingga baglog tidak membusuk.

 

Alat Sterilisasi Baglog (Media tanam jamur).

 

Kondisi awal baglog jamur saat pemasangan alat (21 September 2016). Baglog jamur sudah memasuki masa pemutihan dan akan tumbuh buah.

 

Kondisi Baglog jamur saat pengecekan alat (3 November 2016). Jamur sudah mulai memasuki masa panen. Beberapa jamur terlihat telah menghasilkan jamur.

Baglog yang telah dipanen, masih dapat digunakan untuk panen berikutnya

 

Jamur tiram yang siap dipanen

 

Jamur tiram yang siap dipanen